Jam Audemars Piguet x Swatch Viral, Harganya Melonjak di Marketplace

Jakarta, FORTUNE - Kolaborasi antara Audemars Piguet (AP) dan Swatch sukses memicu demam global di pasar jam tangan. Koleksi bertajuk Royal Pop yang baru dirilis pada 16 Mei 2026 langsung habis diburu dan melonjak drastis di pasar resale, termasuk di Indonesia.
Salah satu staf toko Swatch di Grand Indonesia mengatakan melalui sambungan telepon kepada Fortune Indonesia, Senin (18/5), produk tersebut telah sold out sekitar satu jam setelah perilisan, demikian pula di toko Swatch di Pacific Place. Tak ada di toko, jam viral ini justru muncul di e-commerce seperti Shopee. Sejumlah penjual menawarkan koleksi AP x Swatch Royal Pop dengan harga hingga Rp69 juta, jauh di atas harga retail yang berada di kisaran Rp7 jutaan hingga Rp8,2 jutaan.
Lonjakan harga tersebut menjadi efek domino antusiasme global terhadap kolaborasi AP x Swatch. Di sejumlah kota seperti New York, London, Dubai, Mumbai, hingga Dallas, ratusan orang rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan koleksi tersebut. Beberapa gerai Swatch bahkan sempat menghentikan penjualan sementara akibat kepadatan pengunjung.
Peluncuran koleksi tersebut juga berubah menjadi kekacauan di sejumlah kota dunia. Antrean panjang, pembatalan pembukaan toko, hingga kerumunan tak terkendali terjadi di Bengaluru, Mumbai, Delhi, Dubai, dan beberapa wilayah di Inggris. Video dari hari peluncuran ramai beredar di media sosial, memperlihatkan pengunjung saling berdesakan melewati pembatas antrean, sementara petugas keamanan kewalahan mengendalikan massa.
Banyak pengguna media sosial menyebut situasi tersebut sebagai salah satu peluncuran produk retail paling kacau dalam beberapa tahun terakhir. Merespons situasi itu, Swatch mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta masyarakat tidak datang berbondong-bondong ke toko demi alasan keamanan.
“Demi memastikan keselamatan pelanggan dan staf kami di toko-toko Swatch, kami dengan hormat meminta Anda untuk tidak datang dalam jumlah besar demi mendapatkan produk ini,” tulis Swatch dalam pernyataan resminya di X, dikutip Senin (18/5).
Dalam pernyataan terpisah, Swatch India juga mengatakan penjualan ditunda demi menjaga keselamatan pelanggan dan staf toko. Perusahaan menilai antrean panjang tidak akan meningkatkan peluang konsumen mendapatkan produk tersebut.
“Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan bagi pelanggan dan staf kami, jadwal penjualan di Palladium Mall, Mumbai dan DLF Avenue, Delhi dimajukan. Mengingat tingginya permintaan, antrean panjang tidak akan mengubah peluang untuk mendapatkan produk ini,” tulis Swatch India, mengutip The Economic Times.

Akan diproduksi kembali
Perusahaan juga memastikan koleksi Royal Pop masih akan tersedia selama beberapa bulan mendatang. Di sejumlah negara, antrean lebih dari 50 orang disebut tidak dapat diterima dan penjualan dapat dihentikan sementara jika situasi dianggap tidak kondusif.
Fenomena ini menjadi sorotan karena produk yang diluncurkan ternyata berbeda jauh dari ekspektasi publik. Sebelum pengumuman resmi, media sosial dipenuhi render berbasis AI dan rumor yang menyebut Swatch akan menghadirkan versi terjangkau dari Royal Oak, model ikonis Audemars Piguet yang identik dengan harga fantastis.
Namun saat dirilis, AP x Swatch justru hadir sebagai jam saku modular berwarna-warni bergaya pop art yang juga dapat digunakan sebagai aksesori fesyen. Koleksi tersebut memadukan elemen desain Royal Oak dengan konsep Swatch POP era 1980-an. Respons publik pun terbelah. Sebagian penggemar memuji desainnya yang unik dan playful, sementara sebagian lain menjulukinya “Royal Flop” karena tidak sesuai ekspektasi awal.
Meski menuai pro dan kontra, koleksi tersebut tetap diburu kolektor dan reseller. Fenomena AP x Swatch kembali menunjukkan efektivitas strategi hype marketing yang selama ini digunakan Swatch. Peluncuran terbatas, teaser misterius, hingga kekuatan media sosial dinilai berhasil menciptakan rasa penasaran dan fear of missing out (FOMO) di kalangan konsumen muda.
Bagi Swatch, keberhasilan Royal Pop memperpanjang daftar kolaborasi viral perusahaan setelah MoonSwatch bersama Omega dan Scuba Fifty Fathoms bersama Blancpain. Sementara bagi Audemars Piguet, kolaborasi ini dipandang sebagai langkah berani karena membawa elemen desain Royal Oak ke pasar yang jauh lebih luas (mass market).
Royal Pop hadir dalam delapan model berbeda menggunakan material Bioceramic khas Swatch. Setiap unit dibekali movement mekanikal SISTEM51 versi manual winding dengan cadangan daya hingga 90 jam.
Selain berfungsi sebagai jam saku, koleksi ini juga dirancang fleksibel untuk digunakan sebagai aksesori tas, kalung, desk clock, hingga dipasang pada wrist clip khusus. Pada tahap awal peluncuran, Royal Pop hanya dijual secara offline di toko tertentu dan tidak tersedia secara online. Setiap pembeli juga dibatasi hanya dapat membeli satu unit per hari di tiap toko.

















