5 Perempuan Terkaya di Indonesia 2026, Harta Ratusan Triliun

Lima perempuan Indonesia masuk daftar orang terkaya 2026 dengan kekayaan mencapai ratusan triliun rupiah dari sektor teknologi, energi, investasi, dan pertambangan.
Marina Budiman menempati posisi teratas dengan kekayaan sekitar Rp104,8 triliun berkat kiprahnya sebagai co-founder DCI Indonesia.
Dewi Kam, Arini Subianto, Hartati Murdaya, dan Ghan Djoe Hiang turut memperkuat dominasi perempuan di bisnis.
Sejumlah perempuan terkaya di Indonesia berhasil membangun kekayaan dan menembus dominasi laki-laki di berbagai sektor bisnis. Hal ini membuktikan bahwa perempuan juga punya peluang yang sama untuk meraih kesuksesan, bahkan di industri yang selama ini dianggap maskulin.
Saat ini, ada lima perempuan Indonesia yang kekayaannya mencapai triliunan rupiah dan masuk dalam daftar orang terkaya di Tanah Air. Sumber kekayaan mereka pun beragam, mulai dari bisnis teknologi, investasi, hingga energi seperti batu bara.
Table of Content
Daftar perempuan terkaya di Indonesia 2026
Daftar perempuan terkaya di Indonesia selalu menarik untuk disimak karena menampilkan sosok-sosok inspiratif. Tidak hanya memiliki kekayaan fantastis, mereka juga berperan penting dalam berbagai sektor strategis.
Lalu, siapa saja perempuan terkaya di Indonesia tersebut? Simak daftar lengkapnya yang diambil dari Forbes berikut ini!
1. Marina Budiman
Marina Budiman dikenal sebagai perempuan terkaya di Indonesia saat ini. Namanya konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Tanah Air dengan total kekayaan mencapai sekitar 6,1 miliar dolar AS atau setara Rp104,8 triliun (kurs Rp17.190 per dolar AS).
Sebagai figur penting di industri teknologi, Marina merupakan co-founder sekaligus Presiden Komisaris DCI Indonesia, perusahaan penyedia pusat data (data center) terbesar di Indonesia. Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama Otto Toto Sugiri pada 2011.
Sebelum sukses di sektor teknologi, Marina lebih dulu meniti karier di dunia perbankan. Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum akhirnya beralih ke industri digital.
Pada 1994, ia turut mendirikan Indonet, yang dikenal sebagai salah satu penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Perjalanan karier Marina Budiman menunjukkan keberhasilan perempuan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui kombinasi pengalaman, inovasi, dan keberanian.
2. Dewi Kam
Dewi Kam menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam sektor energi Indonesia. Ia orang yang cukup berpengaruh di industri pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.
Sebagian besar kekayaannya tersebut berasal dari saham minoritasnya di perusahaan tambang batu bara, Bayan Resources. Di 2022, saham tersebut mengalami kenaikan tiga kali lipat di tengah krisis energi global.
Kenaikan hingga tiga kali lipat itu membuat total kekayaan Dewi Kam ikut terdongkrak tajam. Saat ini, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp55 triliun, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.
3. Arini Subianto
Arini Subianto juga masuk dalam daftar perempuan terkaya di Indonesia. Forbes mencatatkan jumlah kekayaannya sebesar 2,4 miliar dolar AS atau sama dengan Rp41,2 triliun per 10 Desember 2025.
Arini Subianto dikenal luas sebagai presiden direktur di PT Persada Capital Investama. Ia menggantikan ayahnya, Benny Subianto, yang meninggal pada 2017.
Arini bertanggung jawab untuk mengawasi investasi Persada, mulai dari batu bara, pengolahan kayu, hingga produk kelapa sawit. Ia juga aktif berinvestasi di startup teknologi, membuktikan kemampuan adaptasinya di bidang bisnis modern.
4. Hartati Murdaya
Hartati Murdaya dikenal sebagai pengusaha sukses dengan jaringan bisnis luas. Ia menjabat sebagai President Director Central Cipta Murdaya, holding company yang menaungi lebih dari 50 anak usaha.
Gurita bisnisnya tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari properti, teknologi informasi, hingga engineering. Salah satu aset paling bernilai yang dimilikinya adalah Jakarta International Expo (JIExpo), pusat pameran dan konvensi terbesar di Indonesia.
Berkat diversifikasi bisnis tersebut, kekayaan Hartati Murdaya diperkirakan mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp20,6 triliun. Angka ini menempatkannya dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.
Selain aktif di dunia bisnis, Hartati juga memiliki peran penting di bidang sosial dan keagamaan. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) sejak 1998.
5. Ghan Djoe Hiang
Ghan Djoe Hiang termasuk dalam daftar perempuan terkaya di Indonesia dengan sumber kekayaan dari sektor tambang batu bara. Ia merupakan istri dari pendiri Grup Baramulti, almarhum Athanasius Tossin Suharya, yang meninggal pada 2020.
Perlu diketahui, Baramulti Group bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Perusahaan ini memiliki sekitar 11 konsesi tambang yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan, menjadikannya salah satu pemain penting di industri energi.
Total kekayaan Ghan Djoe Hiang diperkirakan mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,1 triliun per April 2023. Angka tersebut sempat menempatkannya sebagai perempuan terkaya ke-3 di Indonesia, sekaligus berada di peringkat ke-41 dalam daftar orang terkaya di Indonesia 2023.
Itulah daftar perempuan terkaya di Indonesia yang tidak hanya memiliki kekayaan fantastis, tetapi juga latar belakang bisnis yang kuat dan beragam. Kisah mereka bisa menjadi inspirasi bahwa perempuan mampu bersaing dan sukses di berbagai sektor industri.
Semoga informasi ini membantu dan menambah wawasan Anda!
FAQ seputar wanita terkaya di Indonesia
| Siapa wanita terkaya di Indonesia saat ini? | Marina Budiman menempati posisi teratas sebagai wanita terkaya di Indonesia dengan kekayaan sebesar Rp104,8 triliun berdasarkan data Forbes. |
| Apa saja sektor bisnis yang berkontribusi besar pada kekayaan wanita terkaya di Indonesia? | Sebagian besar kekayaan para wanita terkaya di Indonesia berasal dari sektor teknologi, energi, dan agrobisnis. |
| Apakah daftar wanita terkaya di Indonesia tetap? | Tidak, daftar wanita terkaya di Indonesia dapat berubah secara real time mengikuti pergerakan saham perusahaan milik mereka berinvestasi. |


















