Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

The Netflix Effect: dari Gadis Kretek hingga Abadi Nan Jaya Disorot

The Netflix Effect: dari Gadis Kretek hingga Abadi Nan Jaya Disorot
Netflix original series Gadis Kretek (Cigarette Girl)/Dok. Netflix

Jakarta, FORTUNE - Netflix merilis laporan bertajuk The Netflix Effect yang menyoroti dampak ekonomi, budaya, dan sosial dari film serta serial Netflix di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut telah berkontribusi lebih dari US$325 miliar terhadap ekonomi global selama satu dekade terakhir.

Layanan streaming global itu juga menyatakan ekspansi bisnisnya telah membuka peluang lebih luas bagi kreator, komunitas, dan industri kreatif di berbagai negara.

Co-CEO of Netflix, Ted Sarandos, mengatakan sepuluh tahun lalu, Netflix memperluas jangkauan hiburannya bagi audiens dari sekitar 60 negara menjadi lebih dari 190 negara hanya dalam satu hari. Netflix telah memproduksi film dan serial di lebih dari 4.500 kota dan wilayah di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

"Setiap produksi Netflix adalah produksi lokal, yang turut menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis setempat, serta menghadirkan dampak yang jauh melampaui layar," ujarnya dalam keterangan kepada Fortune Indonesia, Rabu (13/5).

Secara global, Netflix mengaku telah menginvestasikan lebih dari US$135 miliar untuk produksi film dan serial. Investasi tersebut disebut menciptakan lebih dari 425.000 lapangan kerja dan melibatkan lebih dari 700.000 pekerja tambahan, termasuk figuran dan pekerja harian di berbagai lokasi produksi di dunia. Perusahaan juga telah bekerja sama dengan lebih dari 2.000 rumah produksi lokal secara global.

Sutradara Lucky Kuswandi yang terlibat dalam sejumlah proyek Netflix seperti Ratu Ratu Queens, A Normal Woman, Dear David, serta serial mendatang Night Shift for Cuties, menilai keberagaman audiens Netflix memberi ruang eksplorasi yang lebih luas bagi sineas.

“Keragaman audiens di Netflix memberikan kebebasan bagi para pembuat film untuk tidak terikat pada genre atau pola cerita tertentu, sehingga membuka ruang bagi spektrum penceritaan yang lebih luas," katanya.

Lucky juga mengatakan, bagi sineas Indonesia, ekosistem ini menjadi ruang penting untuk menghadirkan dan memperkuat berbagai suara, sekaligus memungkinkan terciptanya hiburan yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menantang dan mempertanyakan norma serta kondisi yang sudah ada.

35 judul Indonesia masuk daftar Global Top 10

The Netflix Effect - 3.png
Dok. Netflix

Netflix menyebut, sepuluh tahun lalu konten non-English hanya menyumbang kurang dari 10 persen konsumsi tontonan di platform tersebut. Kini porsinya meningkat menjadi lebih dari sepertiga total konsumsi. Film dan serial Netflix saat ini tersedia dengan sulih suara dalam 36 bahasa dan subtitle dalam 33 bahasa.

Hingga Januari 2025, sebanyak 35 judul Indonesia telah masuk daftar Global Top 10 Non-English Netflix. Sementara lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia tercatat menonton konten lokal sepanjang 2025.

Sejumlah judul Indonesia juga masuk daftar Global Top 10 Netflix kategori Non-English. Film zombie pertama Netflix Indonesia, Abadi Nan Jaya, meraih lebih dari 11 juta penayangan hanya dalam beberapa hari setelah dirilis dan menempati posisi nomor satu Global Top 10 serta masuk Top 10 di 75 negara.

Serial drama periode Gadis Kretek mencatat 1,6 juta penayangan dalam seminggu dan masuk daftar Global Top 10. Sementara film thriller aksi The Shadow Strays masuk Top 10 di 85 negara dalam sepekan setelah dirilis.

Adapun film Luka Makan Cinta yang mengangkat unsur romansa, kuliner, dan lanskap Bali, mencapai posisi keenam Global Top 10 dengan sekitar 2,4 juta views serta masuk Top 10 di 30 negara.

Netflix menilai kehadiran film dan serial Indonesia di platform global turut memperluas percakapan mengenai budaya Indonesia di tingkat internasional.

Film Abadi Nan Jaya, misalnya, memadukan unsur budaya lokal dengan genre zombie melalui inspirasi tanaman kantong semar dan minuman tradisional jamu. Proses syuting di Yogyakarta juga disebut memicu perhatian publik terhadap lokasi-lokasi yang muncul dalam film tersebut.

Sementara Gadis Kretek dinilai kembali mengangkat popularitas kebaya janggan dan mendorong minat wisata ke Museum Kretek serta Museum Kereta Api Ambarawa setelah serial itu tayang. Serial tersebut juga memunculkan berbagai parodi dan reinterpretasi kreatif dari penggemar, seperti “Gadis Kresek” hingga “Gadis Klathak”.

Dalam mendukung pengembangan talenta kreatif, Netflix menyebut program Reel Life di Indonesia dan Thailand telah melatih lebih dari 300 calon kreator film dan televisi. Selain itu, tim produksi lokal Netflix juga telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 500 profesional produksi, mulai dari editor, line producer, hingga production accountant.

Netflix juga bekerja sama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) untuk menghadirkan workshop, pelatihan produksi, serta pengembangan panduan keselamatan produksi nasional pertama di Indonesia. Melalui pengembangan cerita lokal dan kolaborasi jangka panjang dengan komunitas kreatif, Netflix menyatakan akan terus mendukung lahirnya lebih banyak karya Indonesia untuk audiens global.

The Netflix Effect - 2.png
Dok. Netflix
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

The Netflix Effect: dari Gadis Kretek hingga Abadi Nan Jaya Disorot

15 Mei 2026, 08:00 WIBLuxury