Salah satu faktor utama yang membuat harga tiket Piala Dunia 2026 mahal adalah penerapan dynamic pricing atau penetapan harga dinamis. Dalam sistem ini, harga tiket tidak bersifat tetap dan dapat berubah mengikuti permintaan pasar, ketersediaan kursi, serta waktu penjualan.
Al Jazeera mewartakan FIFA mulai menerapkan model tersebut pada beberapa fase penjualan tiket. Harga tiket pertandingan dapat naik secara real time ketika permintaan meningkat.
Profesor olahraga dari Emlyon Business School Shanghai, Simon Chadwick, mengatakan FIFA memanfaatkan karakter pasar hiburan di AS yang sudah terbiasa dengan sistem harga fleksibel.
“Konsumen olahraga (di AS) sudah terbiasa dengan penyesuaian harga tiket secara real-time, yang bisa membuat harga masuk naik maupun turun,” ujar Chadwick kepada Al Jazeera.
Ia menilai strategi tersebut digunakan FIFA untuk memaksimalkan pendapatan turnamen.
“Ketika digunakan bersamaan dengan strategi harga premium, dynamic ticketing sangat jelas menjadi upaya memaksimalkan pendapatan, karena FIFA berusaha meraih keuntungan finansial sebesar mungkin dari turnamen musim panas ini,” ujarnya.
FIFA sendiri menyebut harga tiket mengikuti mekanisme pasar. Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan harga yang tinggi dipengaruhi pasar hiburan AS dan tingginya permintaan pertandingan.
“Kami harus melihat kondisi pasar. Kami berada di pasar hiburan paling berkembang di dunia, jadi kami harus menerapkan harga sesuai pasar,” kata Infantino.