Jakarta, FORTUNE– PT Toyota Astra Motor (TAM), agen tunggal pemegang merek (APM) Toyota dan Lexus mengaku tak khawatir masuknya merek Cina ke pasar mobil mewah kian memperketat persaingan di segmen mobil premium. TAM menilai persaingan sebagai peluang untuk memperbesar pasar sekaligus mendorong inovasi di industri otomotif nasional.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor yang membawahi Lexus Indonesia, Jap Ernando Demily, mengatakan kompetisi yang sehat justru memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Selain itu, kompetisi pasar akan mendorong setiap pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas produk maupun layanan.
"Kalau menurut saya, kompetisi itu tidak apa-apa, justru bagus. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan dan setiap merek akan terdorong menjadi lebih baik. Yang terpenting, kompetisinya sehat dan kehadiran pemain baru bisa memberikan nilai tambah bagi Indonesia," ujarnya di sela GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7).
Menurutnya, prospek industri otomotif akan lebih ditentukan oleh kondisi ekonomi nasional dibanding bertambahnya jumlah pemain. Ketika daya beli masyarakat membaik, pasar otomotif akan ikut tumbuh sehingga ukuran pasar menjadi lebih besar dan mampu mengakomodasi lebih banyak merek.
Hingga Juni 2026, Lexus menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar di segmen mobil mewah. Namun, perseroan menegaskan tidak menjadikan pangsa pasar sebagai orientasi atau indikator utama keberhasilan.
Menurutnya, Lexus akan lebih berfokus dalam memberikan pengalaman yang lebih personal bagi setiap pelanggan, sesuai karakter konsumen di segmen premium.
"Di Lexus, yang utama bukan mengejar market share. Kami lebih fokus memberikan pengalaman terbaik untuk setiap pelanggan karena konsumen di segmen luxury menginginkan layanan yang sangat personal," katanya.
Karena itu, Lexus terus memperluas pilihan model dan menghadirkan berbagai program eksklusif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Perusahaan juga mengaku terus memantau perubahan tren pasar sebelum menghadirkan model baru.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi perhatian perusahaan mengingat sebagian model Lexus masih impor. Meski demikian, Toyota Group menyatakan masih mengkaji berbagai langkah bersama prinsipal dan pemasok untuk meminimalkan dampaknya terhadap harga jual.
"Dengan kondisi nilai tukar saat ini, kami terus berdiskusi dengan prinsipal dan para pemasok mengenai langkah terbaik yang bisa dilakukan. Memang ada penyesuaian harga, tetapi dilakukan secara sangat hati-hati," ujarnya.
Lexus Indonesia mempertegas strategi elektrifikasinya melalui peluncuran generasi terbaru Lexus ES di ajang GIIAS 2026. Hadir dalam varian hybrid (ES 350h) dan kendaraan listrik murni (ES 350e), model ini dirancang untuk memperluas pilihan di segmen sedan premium sekaligus mengakomodasi meningkatnya permintaan kendaraan rendah emisi di Indonesia.
Pada varian hybrid, Lexus ES 350h dibanderol seharga Rp1,299 miliar (on the road Jakarta) dan Rp1,480 miliar untuk model Lexus ES 350e.
