Jakarta, FORTUNE - Jenama mobil mewah asal Jerman, Porsche memperoleh persetujuan Dewan Pengawas untuk memulai restrukturisasi yang lebih agresif demi memulihkan kinerja perusahaan. Keputusan tersebut berpeluang menyebabkan jumlah karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) membengkak menjadi sekitar 9.000 orang.
CEO Porsche Michael Leiters ditugaskan memimpin transformasi perusahaan setelah produsen mobil mewah itu menghadapi tekanan akibat merosotnya penjualan di Cina, serta dampak tarif perdagangan da tingginya biaya pengembangan mobil listrik yang membebani profitabilitas.
Majalah Manager Magazin melaporkan, manajemen Porsche berencana memangkas tambahan sekitar 5.000 posisi, sementara harian Bild menyebut jumlah PHK dapat mencapai 5.000–6.000 pekerja hingga 2035. Sebelumnya, perusahaan telah menyepakati pengurangan sekitar 3.900 karyawan pada masa kepemimpinan CEO sebelumnya, Oliver Blume.
Juru bicara Porsche tidak mengomentari rincian paket restrukturisasi yang masih dinegosiasikan dengan serikat pekerja. Namun, ia memastikan dewan pengawas telah memberikan persetujuan terhadap inisiatif tersebut.
"Kini saatnya menyelesaikan langkah-langkah terakhir," kata juru bicara Porsche dalam pernyataan melalui surat elektronik dikutip dari Reuters, Kamis (23/7).
Paket restrukturisasi tersebut dijadwalkan dipresentasikan kepada para pekerja pada Senin pekan depan.
Restrukturisasi Porsche berlangsung bersamaan dengan program efisiensi di induk usahanya, Volkswagen AG.
Oliver Blume, yang kini menjabat sebagai CEO Volkswagen, sebelumnya memperingatkan hingga 100.000 pekerjaan di seluruh grup berpotensi terdampak dalam upaya meningkatkan daya saing di tengah persaingan ketat dari produsen mobil Cina dan beban miliaran dolar akibat tarif impor Amerika Serikat.
Di lingkungan Volkswagen, setiap pengurangan tenaga kerja umumnya disertai komitmen perlindungan terhadap karyawan atau fasilitas produksi sebagai hasil negosiasi dengan serikat pekerja. Namun, komitmen tersebut diperkirakan akan menjadi pembahasan sensitif karena empat pabrik Volkswagen dan merek premium Audi di Jerman juga disebut menghadapi risiko penutupan dalam dekade mendatang.
Selama bertahun-tahun Porsche dikenal sebagai salah satu penyumbang laba terbesar Volkswagen Group. Namun, margin operasinya merosot tajam dari level dua digit menjadi hanya 1,1 persen pada tahun lalu.
Agar bisa kembali untung, Leiters menerapkan strategi efisiensi biaya ketat sekaligus menyederhanakan portofolio produk dengan berfokus pada model-model bermargin tinggi, seperti Porsche 911 dan jajaran SUV mewah.
Salah satu langkah awal yang telah dilakukan yakni dengan menutup tiga anak perusahaan dan memangkas sekitar 500 pekerja, di luar 3.900 PHK yang sebelumnya telah diumumkan.
