MARKET

Harga Kakao Berjangka Melonjak Hampir Sentuh Rp160 Juta per Ton

Dipicu pasokan kakao dunia yang mengalami defisit.

Harga Kakao Berjangka Melonjak Hampir Sentuh Rp160 Juta per TonIlustrasi biji Kakao. (Pixabay/allybally4b)
27 March 2024

Fortune Recap

  • Harga kakao berjangka mencapai US$10.080 per ton, turun menjadi US$9.622 karena defisit pasokan global.
  • Tekanan terjadi di pasar keuangan akibat lindung nilai dan margin call atas kerugian derivatif.
  • Kondisi pasokan terbatas di Afrika Barat, Brasil, dan Ekuador memicu situasi genting menurut Organisasi Kakao Internasional.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Harga Kakao berjangka mencatat kenaikan tertinggi sepanjang sejarah mencapai US$10.080 atau sekitar Rp159,74 juta (kurs Rp15.847,72 per dolar AS) per ton, pada perdagangan Selasa (26/3), sebelum akhirnya ditutup lebih rendah pada level US$9.622.

Bloomberg melaporkan, bahwa kenaikan ini dipicu oleh memburuknya hasil panen para petani utama di Afrika Barat, sehingga pasokan tahunan dunia mengalami defisit. “Industri ini sedang bergulat dengan dampak buruknya pendapatan yang dibayarkan kepada petani kakao dan kekhawatiran yang meningkat mengenai kemampuan untuk mendapatkan biji kakao dalam jumlah yang cukup,” tulis media ini, seperti dikutip Rabu (27/3).

Tekanan juga terjadi di pasar keuangan, di mana beberapa pedagang telah menjual kontrak berjangka untuk melakukan lindung nilai terhadap kepemilikan fisik. Namun, saat menunggu jatuh tempo, pedagang membutuhkan uang tunai untuk memenuhi margin call atas kerugian derivatif di pasar yang sedang berkembang, dan membuat mereka terpaksa menutup posisi short sehingga mendorong terjadinya reli.

Sulit menyesuaikan

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.