MARKET

Adhi Karya Kantongi Laba Bersih Rp23,5 Miliar pada Kuartal III-2023

Rasio lilabilitas terhadap ekuitas ADHI membaik jadi 3,39.

Adhi Karya Kantongi Laba Bersih Rp23,5 Miliar pada Kuartal III-2023Salah satu proyek ADHI. (Website ADHI)
29 November 2023

Jakarta, FORTUNE - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba bersih Rp23,5 miliar selama triwulan III-2023 atau naik 12 persen dari laba bersih periode sama tahun lalu yang mencapai Rp21 miliar.

Dalam acara "Pubex Live 2023", Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson, mengatakan laba bersih tersebut diraih dari pendapatan Rp11,4 triliun atau naik 25 persen dibandingkan dengan periode sama 2022 yang senilai Rp9,1 triliun.

"Kontribusi terbesar pendapatan ADHI berasal dari proyek infrastruktur jalan tol, antara lain Jalan Tol Ruas Sigli-Banda Aceh, Jalan Tol Ruas Yogyakarta-Bawen, dan Jalan Tol Ruas Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo," ujarnya seperti dikutip Antara, Selasa (28/11).

Dengan capaian laba bersih tersebut, kata Entus, perseroan berencana membagikan dividen kepada pemegang saham pada tahun ini. Rencana pembagian dividen tersebut juga telah masuk dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan akan didiskusikan pula pada pemegang saham mayoritas.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa nominal dividen tersebut tidak akan terlalu besar. Jika sudah ada keputusan resmi terkait pembagian dividen, emiten dengan kode ADHI akan segera menyampaikannya kepada publik.

Rasio lilabilitas membaik

Secara terperinci, emiten berkode ADHI tersebut mencetak laba kotor Rp1,1 triliun. Sementara, liabilitasnya pada kuartal III lalu mencapai Rp30,4 triliun atau turun dibandingkan dengan akhir 2022 yang mencapai Rp31,2 triliun.

Meski demikian, rasio total liabilitas terhadap ekuitas ADHI pun membaik dari 3,53 kali menjadi 3,39 kali.

Entus menambahkan ADHI juga baru saja melakukan pelunasan Jatuh Tempo Obligasi sebesar Rp289,6 miliar yang telah jatuh tempo pada 18 November 2023.

Hingga Oktober 2023, ADHI telah merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar Rp30,3 triliun, naik 58 persen dibandingkan dengan perolehan kontrak Oktober 2022 sebesar Rp19,1 triliun.

"Beberapa kontrak baru yang didapatkan ADHI, di antaranya pembangkit listrik tenaga gas (PLTMG) di Sumbawa dan Tobelo, dan Pabrik Pupuk Pusri 3B," ujarnya.

Entus mengatakan selain terus memperbesar pangsa pasar konstruksi pemerintah, Adhi Karya secara selektif menangkap peluang sektor konstruksi lainnya, antara lain dengan memanfaatkan peluang pasar konstruksi yang berbasis sektor lingkungan untuk mendukung target komitmen pemerintah Indonesia dalam transisi hijau.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.