FTSE Russell Konfirmasi Inklusi Saham Indonesia Jelang Review Juni

FTSE Russell menegaskan keputusan inklusi saham Indonesia baru akan dikonfirmasi menjelang tinjauan indeks Juni 2026.
Otoritas pasar modal Indonesia tengah menjalankan reformasi besar untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, dan pengawasan pasar.
Setelah pengumuman FTSE Russell, IHSG menguat 4,41 persen ke level 7.278,39.
Jakarta, FORTUNE - FTSE Russell baru akan mengonfirmasi keputusan inklusi terhadap saham-saham Indonesia menjelang peninjauan indeks Juni 2026. Keputusan itu mempertimbangkan perkembangan proses reformasi transparansi pasar modal yang tengah berlangsung.
Namun demikian, FTSE Russell memutuskan untuk mempertahankan status Secondary Emerging Market atau pasar berkembang sekunder pasar modal Indonesia di tengah transisi tersebut.
"FTSE Russell tidak mempertimbangkan [pasar] Indonesia untuk dimasukkan dalam 'Daftar Pengawasan' dan akan terus memantau kemajuan reformasi dan berinteraksi dengan pelaku pasar," demikian pengumuman resmi pada 7 April 2026 waktu New York, dikutip Rabu (8/4).
Sebelumnya, otoritas pasar modal Indonesia mengumumkan serangkaian inisiatif untuk memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar secara menyeluruh. Inisiatif itu termasuk peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, penyesuaian batas minimal free float, dan peningkatan alat pengawasan pasar.
Selama proses reformasi berlangsung, FTSE Russell terbuka untuk menerima masukan dari pemangku kepentingan.
"FTSE Russell akan terus memantau perkembangan implementasi dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk mengumpulkan umpan balik," kata pihak FTSE Russell.
Setelah pengumuman FTSE Russell, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,41 persen ke level 7.278,39 pada perdagangan Rabu pukul 15.58 WIB. Penguatan itu terjadi di tengah koreksi yang terjadi pada IHSG beberapa waktu belakangan.
Dikutip dari IDX Mobile, IHSG terkoreksi 0,79 persen dalam sebulan terakhir dan tertekan 18,45 persen selama 3 bulan belakangan.
Terkait itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pelaku pasar memandang keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status pasar berkembang sekunder dalam klasifikasi FTSE Russell.
"Meski langkah perbaikan likuiditas telah berjalan, FTSE akan menunggu hingga pertengahan 2026 untuk menilai apakah kemajuan tersebut sudah memenuhi standar yang dibutuhkan untuk perubahan indeks lebih lanjut," kata tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas.


















