Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pendapatan Naik 21%, Laba CYBR Melesat 1.171%

Pendapatan Naik 21%, Laba CYBR Melesat 1.171%
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memperkuat ekspansi bisnis keamanan siber dengan meluncurkan solusi baru IntelliBron Aman Enterprise.
  • CYBR membukukan pendapatan Rp115,03 miliar pada kuartal II 2026, naik 21 persen secara tahunan.
  • Laba usaha CYBR melonjak 1.171 persen menjadi Rp23,01 miliar, dengan margin laba usaha naik menjadi 20 persen.
  • Pendapatan semester I 2026 menurun, sementara perseroan mengincar proyek korporasi, BUMN, dan pemerintah pada semester II.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah proyek semester II akan memperkuat kinerja CYBR?
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Emiten teknologi, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatat kenaikan keuntungan pada kuartal II 2026. CYBR mencatat laba usaha Rp23,01 miliar, melonjak 1.171 persen jika dibandingkan Rp1,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba usaha sejalan dengan naiknya pendapatan ITSEC Asia tumbuh 21 persen secara tahunan menjadi Rp115,03 miliar dari Rp95,05 miliar pada kuartal II 2025. Dengan pertumbuhan tersebut, margin laba usaha meningkat menjadi 20 persen dari sebelumnya 1,9 persen.

Di sisi lain, CYBR mencatatkan laba sebelum pajak juga melonjak 1.407 persen menjadi Rp22,69 miliar dari Rp1,51 miliar, diikuti margin laba sebelum pajak naik menjadi 19,7 persen dari 1,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bruto perseroan meningkat 12 persen menjadi Rp52,09 miliar dari Rp46,52 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan profitabilitas yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal II 2026.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan peningkatan kinerja pada kuartal II 2026 mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta waktu realisasi sejumlah proyek utama.

“Realisasi pendapatan kami meningkat 21 persen secara tahunan, serta penguatan laba usaha dan laba sebelum pajak. Fokus kami saat ini adalah menjaga momentum tersebut sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis,” ujar Patrick dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9).

Meski kinerja kuartal II meningkat, kinerja secara kumulatif CYBR masih mencatatkan penurunan pendapatan. Sepanjang semester I 2026, ITSEC Asia membukukan pendapatan Rp201,2 miliar, turun dari Rp230,4 miliar pada semester I 2025.

Laba bersih semester I 2026 tercatat Rp34,3 miliar, dibandingkan Rp36,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan manfaat pajak Rp28,9 miliar pada semester I 2026.

Meski begitu, perseroan memperkirakan realisasi proyek akan lebih banyak terjadi pada semester II 2026. CYBR tengah mengincar peluang bisnis dari segmen korporasi, badan usaha milik negara (BUMN), dan pemerintah.

Pada Juli 2026, CYBR menandatangani nota kesepahaman dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Kerja sama tersebut mencakup solusi keamanan siber, pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta, serta pengembangan bisnis untuk melayani kebutuhan BUMN dan pemerintah daerah.

Perseroan juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Len Industri (Persero) bersama perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung kebutuhan C4ISR/C5ISR.

Dari sisi neraca, total aset ITSEC Asia per 30 Juni 2026 mencapai Rp485,4 miliar, meningkat dari Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025. Ekuitas juga naik menjadi Rp312,4 miliar dari Rp256,2 miliar.

Ke depan, ITSEC Asia terus melihat peluang di segmen BUMN dan pemerintah. Perseroan memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk melalui kerja sama dengan PT INTI dan DEFEND ID, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital.

Di sisi pengembangan talenta, ITSEC Cyber & AI Academy tetap menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan. Kebutuhan tersebut semakin meningkat seiring percepatan adopsi digital dan bertambahnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis di bidang keamanan siber dan AI.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Market

    See More