Jakarta, FORTUNE - Emiten produsen cat, PT Avia Avian Tbk (AVIA) mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp1,36 triliun. Keputusan ini pun diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar di Surabaya.
Hera Septi Astuti, Sekertaris Perusahaan AVIA menyampaikan bahwa besaran dividen tersebut mencerminakan rasio 78,18 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Angka tersebut telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp654 miliar yang telah dibagikan pada November tahun lalu.
"Avian Brands memiliki kebijakan membagikan dividen minimal sebesar 50% dari laba bersih. Namun demikian, kami secara konsisten membagikan dividen dengan payout ratio di atas 80 persen dalam beberapa tahun terakhir," katanya dalam keterangan resmi, Senin (10/4).
Hera menambahkan, keputusan pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Sepanjang tahun 2025, Avian Brands mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun, meningkat Rp80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih sebesar 21,5 persen. Sejalan dengan itu pendapatan naik 8,7 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp8,12 triliun.
Capaian pendapatan itu didorong kenaikan volume penjualan sebesar 7,4 persen, dari permintaan yang stabil segmen solusi arsitektur hingga barang dagangan.
Selain itu, kinerja kuangan perseroan didukung oleh fundamental keuangan yang tercermin dari struktur permodalan yang sehat dan tingkat profitabilitas yang terjaga. rasio return on asset (ROA) mencapai 15,7 persen dan rasio return on equity (ROE) perseroan di periode yang sama tercatat sebesar 18,3 persen.
Perusahaan produsen cat dekoratif ini mengklaim disiplin dalam alokasi modal, sejumlah prioritasnya adalah investasi untuk pertumbuhan bisnis dengan belanja modal yang terjaga, didukung neraca dan likuiditas yang sehat. AVIA juga menjaga fleksibilitas, baik melakukan buyback saham maupun menangkap peluang akuisisi strategis yang dapat memberikan nilai tambah jangka panjang.
Saat ini, AVIA menguasai sekitar 26 persen pangsa pasar di industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia. Sejak tahun 2020, AVIA memiliki pusat riset, pengembangan dan inovasi pertama di Indonesia bernama Avian Innovation Center(AIC) seluas 5.000 meter persegi.
