MARKET

Petrindo Jaya Kreasi Beli 2 Tambang Batu Bara, Saham Hijau

Saham CUAN naik lebih dari 5 persen pada 16 Mei 2024 siang.

Petrindo Jaya Kreasi Beli 2 Tambang Batu Bara, Saham HijauIlustrasi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
16 May 2024

Fortune Recap

  • Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 5,41 persen ke harga Rp8.275 terkait akuisisi tambang batu bara baru.
  • Cuan menandatangani aksi jual beli saham terkait penyelesaian akuisisi atas 60.000 lembar saham PT Borneo Bangun Banua Bestari (B4) milik PT Lamiplagema Perkasa (LP) dan Maichiarsdhen.
  • Transaksi tersebut sejalan dengan rencana ekspansi usaha perseroan untuk meningkatkan aset, memperluas usaha, serta menambah kapasitas produksi batu bara CUAN lewat anak-anak usahanya.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, menguat 5,41 persen ke harga Rp8.275 pada Kamis (14/12) siang. Itu sejalan dengan Akuisisi tambang Batu Bara baru oleh perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi, dikutip Kamis (16/5), perseroan telah menandatangani aksi jual beli saham terkait penyelesaian akuisisi atas 60.000 lembar saham (100 persen) PT Borneo Bangun Banua Bestari (B4) milik PT Lamiplagema Perkasa (LP) dan Maichiarsdhen.

Selain itu, CUAN juga menandatangani Pengikatan Jual Beli Saham Lunas (PPJB Lunas) yang berkaitan dengan penjualan atas 30 persen saham di dalam PT Borneo Bangun Banua (B3), yang mencakup: 299 atau 29,9 persen saham di B3 milik LP; dan 1 atau 0,01 persen saham di dalam B3 milik MS.

Untuk yang kedua, Sekretaris Perusahaan Petrindo Jaya Kreasi, Robertus Maylando Siahaya mengatakan, "Penandatanganan akta jual beli untuk saham berdasarkan PPJB Lunas ini akan segera dilaksanakan setelah terpenuhinya seluruh persyaratan yang diatur di dalam PPJB Lunas."

Dengan rampungnya transaksi, maka CUAN akan jadi pemegang saham langsung atas 100 persen saham di B4 dan B3. Adapun, B3 adalah perusahaan dengan Izin Usaha Pertambangan Batubara (IUP) dengan wilayah kerja Kalimantan Tengah. Sementara B4 adalah pemilik 99,9 persen saham di B3.

Menurut Robertus, transaksi itu sejalan dengan rencana ekspansi usaha perseroan, yang secara umum bertujuan meningkatkan aset, memperluas usaha, serta menambah kapasitas produksi batu bara CUAN lewat anak-anak usahanya.

"Sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan perseroan di masa mendatang," kata Robertus lagi.

Adapun, sebelumnya CUAN telah memiliki dua konsesi tambang batu bara di Kalimantan, yang dikelola oleh entitas anak usahanya. Pada 2013, lewat restrukturisasi, perseroan menjadikan PT Tamtama Perkasa sebagai anak usaha, juga mengakuisisi 65 persen saham PT Equator Sumber Energi beserta tiga anak usahanya (PT Daya Bumindo Karunia, PT Bara International, PT Intam, dan PT Pika Utama Resources).

Sejak 2013, Tamtama perkasa sudah mulai produksi pertambangan batu bara termal, dengan kapasitas produksi hingga 1 juta ton per tahun. Lokasi konsesi pertambangannya ada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Adapun, Tamtama Perkasa memiliki dan mengoperasikan sendiri coal hauling road (jalan angkutan batu bara), coal processing plant (fasilitas pengolahan batu bara mentah menjadi batu bara berkualitas), dan pelabuhan. Namun, CUAN juga menggunakan jasa intermediate stockpile (ISP) pihak ketiga di Kabupaten Barito Selatan.

Related Topics