Airlangga: Penurunan Harga BBM Tunggu Implementasi Perdamaian AS-Iran

- Airlangga Hartarto menegaskan penurunan harga BBM non subsidi belum bisa dilakukan sebelum melihat implementasi nyata dari perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran.
- Pemerintah masih mencermati dampak pembukaan kembali Selat Hormuz terhadap harga energi global, sementara Pertamina baru saja menaikkan harga BBM nonsubsidi hampir Rp4.000 per liter.
- Pertamina bersiap memulangkan dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan damai AS-Iran yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026.
Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa perjanjian perdamaian antara AS dan Iran tidak secara otomatis langsung menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di dalam negeri.
Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah sedang mencermati penandatanganan perjanjian perdamaian AS dan Iran yang rencananya akan dilakukan hari ini sebelum mengambil langkah lebih lanjut mengenai kebijakan harga BBM non subsidi.
“Pertama kan penandatanganan harapannya besok betul betul, dengan kembali terbukanya selat hormuz kan kita bari liat penyesuaian harga (energi) lagi. Ini kan tidak otomatis. Kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat (19/6).
Airlangga juga belum bisa memberikan rincian secara pasti kapan kebijakan tersebut akan dikeluarkan.
“Nanti kita lihat ya,” ujarnya.
Pada 10 Juni 2026, Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi, dengan kenaikan hampir Rp4.000 per liter. Kenaikan tersebut disebut mengikuti evaluasi harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
Di samping itu, PT Pertamina juga tengah bersiap untuk memulangkan dua kapal tanker minyak yang terjebak di Hormuz, seiring dengan disepakatinya perjanjian perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Tanker milik Pertamina sendiri belum dapat melewati Selat Hormuz sejak perairan tersebut ditutup awal Maret 2026.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (15/6) waktu setempat.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator bersama Qatar, juga mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut. Menurut Sharif, kedua pihak sepakat melakukan penghentian permanen operasi militer dan akan melanjutkan pembahasan teknis sebelum implementasi penuh kesepakatan.
Penandatanganan resmi perjanjian damai dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.


















