Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya Sebut BNPB Punya Dana Siap Pakai Sebesar Rp950 Miliar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (8/9). Dok Fortune Indonesia
  • Anggaran siap pakai BNPB untuk penanggulangan bencana saat ini sekitar Rp950 miliar dari pagu Rp5,7 triliun tahun ini.
  • BNPB mencatat 1.730 kejadian bencana di Indonesia, dengan dampak kerusakan pada rumah, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, kantor, dan jembatan.
  • BNPB berencana mengajukan tambahan Dana Siap Pakai untuk penanganan bencana sepanjang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah dana siap pakai BNPB perlu ditambah?
Vote Now
tahun ini

Pagu BNPB tercatat sekitar Rp5,7 triliun. Dana siap pakai yang tersedia sekitar Rp950 miliar dan realisasi tercatat Rp2,6 triliun.

Selasa (8/9)

Purbaya menyampaikan BNPB belum mengajukan tambahan dana. Rustian menyatakan BNPB berencana mengajukan proposal tambahan DSP.

2026

BNPB menerima dana rutin sekitar Rp1,05 triliun serta anggaran dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi Rp26,8 miliar. Tambahan DSP direncanakan untuk penanganan bencana sepanjang tahun ini.

Januari-Agustus 2026

CELIOS memperkirakan biaya ekonomi dan kesehatan akibat karhutla berpotensi mencapai Rp39,29 hingga Rp123,1 triliun.

2027

Pemerintah telah menyetujui anggaran BNPB sebesar Rp1,003 triliun.

Rabu (9/9)

Keterangan Direktur Ekonomi CELIOS Nailul Huda mengenai potensi kerugian karhutla dikutip.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah dana siap pakai BNPB perlu ditambah?
Vote Now
  • What?
    Anggaran siap pakai BNPB untuk penanggulangan bencana saat ini sekitar Rp950 miliar.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, BNPB, Robert Leonard Marbun, dan Rustian menyampaikan informasi anggaran serta penanganan bencana.
  • Where?
    Jakarta, saat Purbaya menyampaikan keterangan mengenai anggaran BNPB.
  • When?
    Selasa (8/9), saat Purbaya dan Rustian menyampaikan keterangan.
  • Why?
    BNPB menyebut kebutuhan tambahan DSP meningkat seiring tingginya frekuensi kejadian bencana di berbagai daerah.
  • How?
    BNPB berencana mengajukan proposal tambahan Dana Siap Pakai sebesar Rp5,67 triliun untuk mendukung penanganan bencana sepanjang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah dana siap pakai BNPB perlu ditambah?
Vote Now

Pak Purbaya bilang BNPB punya uang siap pakai sekitar Rp950 miliar untuk membantu saat ada bencana. BNPB mencatat banyak bencana terjadi di Indonesia dan banyak rumah serta bangunan rusak. BNPB juga berencana meminta tambahan Dana Siap Pakai untuk menangani bencana sepanjang 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah dana siap pakai BNPB perlu ditambah?
Vote Now

Ketersediaan anggaran siap pakai memberikan BNPB ruang untuk menangani bencana dari pagu yang telah ada. Rencana pengajuan tambahan Dana Siap Pakai juga mencerminkan adanya upaya menyesuaikan kebutuhan penanganan dengan frekuensi bencana di berbagai daerah serta kerusakan yang telah tercatat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah dana siap pakai BNPB perlu ditambah?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa anggaran siap pakai untuk penanggulangan bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini sekitar Rp950 miliar. Purbaya mengatakan bahwa BNPB belum mengajukan tambahan dana.

“Jadi untuk BNPB yang tadi ya pagunya dia punya Rp5,7 triliun tahun ini yang udah disiap pakai yang disana 950 miliar nanti yang lain sedang diajukan anggaran belanja tambahan (ABT) diajukan pencairannya. Pagunya sama BNPB itu yang udah disana ada 950 jadi dia bisa minta terus sampe habis,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (8/9).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun mengatakan bahwa laporan realisasi saat ini tercatat Rp2,6 triliun dari pagu PNPB tahun ini sekitar Rp5,7 triliun. Meski demikian, realisasi tersebut belum final karena masih terdapat yang masih dalam proses pengerjaan.

Di samping itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam konferensi pers berencana mengajukan proposal penambahan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5,67 triliun untuk mendukung penanganan bencana sepanjang 2026. Ia mengatakan bahwa kebutuhan penambahan DSP terus meningkat seiring tingginya frekuensi kejadian bencana di berbagai daerah.

“Dalam waktu yang dekat ini, kami mengusulkan sekitar Rp5.676.378.193,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (8/9).

BNPB mencatat terdapat 1.730 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Masing-masing gempa bumi 13 kali, erupsi gunung api tiga kali, bencana hidrometeorologikahrutla 627 kali, banjir 543 kali, cuaca ekstrem 324 kali, tanah longsor 105 kali, kekeringan 101 kali, gelombang pasang dan abrasi 14 kali.

Dampak dari bencana tersebut terjadi berbagai kerusakan. Kerusakan rumah yang terdiri dari rusak berat yang berjumlah 29.143 unit. Sedangkan rumah rusak sedang 24.521 unit dan rumah rusak ringan 57.869 unit. Selain itu, juga terjadi kerusakan pada satuan pendidikan dengan jumlah kerusakan 2.361 unit dan juga rumah ibadah yang rusak 867 unit. Fasilitas kesehatan baik kesehatan dasar maupun kesehatan rujukan 230 unit dan kantor yang rusak 751 unit dan jembatan yang rusak 92 unit.

Rustian mengatakan bahwa BNPB menerima dana rutin sekitar Rp1,05 triliun pada 2026. Selain itu, terdapat anggaran dukungan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp26,8 miliar.

Di samping itu, pemerintah telah menyetujui anggaran BNPB untuk 2027 sebesar Rp1,003 triliun.

Center for Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan terbarunya, “Yang Sesak Napas dan Yang Membayar Kerugian Ekonomi Kebakaran Hutan,” memperkirakan bahwa total biaya ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla sepanjang Januari-Agustus 2026 berpotensi mencapai Rp39,29 hingga Rp123,1 triliun.

“Angka Rp123,1 triliun ini setara 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah tahun 2026, dan yang perlu digarisbawahi, angka ini belum menghitung skenario meluasnya karhutla hingga akhir tahun. Artinya, potensi kerugian riil bisa jauh lebih besar dari yang kami sampaikan hari ini,” kata Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (9/9).

CORE juga mengestimasi total kerugian ekonomi dari hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi mencapai Rp29,54 triliun, atau setara 0,23 persen dari PDB nasional.

Angka ini meliputi nilai kayu atau lahan yang hangus, hingga kontraksi aktivitas ekonomi yang lebih luas, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga akomodasi makanan dan minuman yang ikut mengalami kontraksi akibat asap dan gangguan produksi.

Dari sisi wilayah, Kalimantan Barat mencatat dampak nominal terbesar, mencapai Rp5,7 triliun, disusul Papua Barat (Rp4,3 triliun) dan Nusa Tenggara Timur (Rp2,8 triliun).

Pilih pendapatmu tentang dana siap pakai BNPB

Apakah dana siap pakai BNPB perlu ditambah?

See More
Perlu ditambah
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Belum perlu ditambah

Curated For You

Editorial Team

Related Article