Jakarta, FORTUNE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan memasuki tahap konstruksi pada 2027.
Dalam keynote speech pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis (25/6), Bahlil menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut agar hambatan investasi tidak kembali terjadi.
"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai," kata Bahlil seperti dikutip dari keterangannya.
Menurutnya, sejumlah tahapan penting proyek telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED) yang menjadi fondasi sebelum pembangunan fisik dimulai.
Bahlil juga optimistis proyek tersebut dapat mulai memproduksi gas pada periode 2029 hingga 2030. Ia menyebut Blok Masela sebagai salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia dan diharapkan menjadi penopang ketahanan energi nasional pada masa depan.
Komitmen percepatan pengembangan Blok Abadi Masela juga menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam kerja sama energi dengan Jepang. Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mengaku mendapat arahan untuk mempercepat investasi transisi energi sekaligus penyelesaian proyek strategis tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Bahlil mengundang CEO Takayuki Ueda guna membahas akselerasi pengembangan Blok Masela. Proyek yang diperkirakan bernilai sekitar US$20 miliar atau setara Rp339 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS) itu menjadi salah satu investasi sektor energi terbesar yang tengah didorong pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX Corporation untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela, sejalan dengan target pemerintah agar konstruksi dimulai pada 2027 dan produksi komersial dapat terealisasi pada akhir dekade ini.
