Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Pastikan Proyek Gas Abadi Masela Mulai Konstruksi pada 2027
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
  • Bahlil Lahadalia memastikan proyek gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan masuk tahap konstruksi pada 2027 setelah lama tertunda.
  • Pemerintah menargetkan produksi gas dari Blok Masela dimulai antara 2029 hingga 2030 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
  • INPEX Corporation berkomitmen mempercepat pengembangan proyek senilai sekitar US$20 miliar ini, sejalan dengan arahan pemerintah dan kerja sama energi dengan Jepang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Bahlil Lahadalia tentang dimulainya konstruksi Proyek Gas Abadi Masela pada 2027 menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya pemerintah mempercepat proyek strategis nasional yang lama tertunda. Dengan tahapan FEED yang telah berkembang positif dan dukungan kuat dari mitra Jepang, langkah ini mencerminkan koordinasi efektif serta optimisme terhadap penguatan ketahanan energi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Dalam keynote speech pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis (25/6), Bahlil menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut agar hambatan investasi tidak kembali terjadi.

"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai," kata Bahlil seperti dikutip dari keterangannya.

Menurutnya, sejumlah tahapan penting proyek telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED) yang menjadi fondasi sebelum pembangunan fisik dimulai.

Bahlil juga optimistis proyek tersebut dapat mulai memproduksi gas pada periode 2029 hingga 2030. Ia menyebut Blok Masela sebagai salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia dan diharapkan menjadi penopang ketahanan energi nasional pada masa depan.

Komitmen percepatan pengembangan Blok Abadi Masela juga menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam kerja sama energi dengan Jepang. Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mengaku mendapat arahan untuk mempercepat investasi transisi energi sekaligus penyelesaian proyek strategis tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Bahlil mengundang CEO Takayuki Ueda guna membahas akselerasi pengembangan Blok Masela. Proyek yang diperkirakan bernilai sekitar US$20 miliar atau setara Rp339 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS) itu menjadi salah satu investasi sektor energi terbesar yang tengah didorong pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX Corporation untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela, sejalan dengan target pemerintah agar konstruksi dimulai pada 2027 dan produksi komersial dapat terealisasi pada akhir dekade ini. 

Editorial Team

Related Article