Comscore Tracker
NEWS

Bertemu PM Australia, Jokowi Bahas Sejumlah Agenda Kerja Sama

Isu ekspor, ketahanan pangan, kesehatan dan energi dibahas.

Bertemu PM Australia, Jokowi Bahas Sejumlah Agenda Kerja SamaPertemuan Presiden RI, Joko Widodo, bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese di Istana Bogor, Senin (6/6). (dok. Setkab)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Australia terpilih, Anthony Albanese. Keduanya membahas sejumlah agenda penting terkait penguatan kerja sama bilateral.

Hal ini merupakan kunjungan luar negeri pertama PM Albanese setelah dilantik beberapa minggu lalu.

“Indonesia dan Australia telah memiliki dua fondasi kuat dalam hubungan bilateral, yaitu kemitraan strategis komprehensif yang dimiliki sejak 2018 dan Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA) yang sudah mulai berlaku di tahun 2020. Dua fondasi ini sangat penting bagi kedua negara untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral yang saling menguntungkan,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan pers usai pertemuan dengan PM Albanese di Istana Bogor, Senin (6/6).

Pembicaraan kerja sama bilateral Indonesia - Australia, memiliki beberapa fokus utama, salah satunya yang berkaitan dengan sektor ekonomi. Berikut ini adalah lima kerja sama yang dibicarakan oleh kedua pemimpin negara. 

Kerja sama perluasan ekspor

Presiden Joko Widodo membuka pintu mobil saat meninjau pelepasan ekspor mobil ke sejumlah negara, di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (8/3/2022). ANTARA FOTO/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/tom.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia mendorong terwujudnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia. Salah satunya, yakni sektor otomotif.

“Ekspor perdana mobil CBU (completely built up) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka,” kata Jokowi. 

Kerja sama dalam IA-CEPA

Orang-orang di sekitar Opera house dan Harbour bridge di Sydney melakukan banyak kegiatan di luar ruangan seperti berjalan dan jogging selama karantina wilayah. Shutterstock/ juancsanchezherrera

Fokus kedua yang dibicarakan terkait dengan implementasi IA-CEPA. Jokowi berharap Australia dapat membuka kesempatan kerja lebih besar lagi bagi masyarakat Indonesia daripada sebelumnya.

“Terutama terkait kesempatan WNI (Warga Negara Indonesia) untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan, termasuk penambahan kuota Working Holiday Visa menjadi lima ribu peserta per tahun,” ujar Jokowi.

Kerja sama pendidikan dan kesehatan

Dua orang tenaga kesehatan berjalan di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit Modular Pertamina di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Fokus kerja sama bilateral ketiga, mencakup sektor pendidikan dan kesehatan. “Pembukaan kampus Monash University di BSD diharapkan meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia) berketerampilan tinggi di Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas investasi Aspen Medical untuk membangun 23 Rumah Sakit dan 650 klinik di Provinsi Jawa Barat, yang mencapai nilai US$1 miliar selama 1 tahun.

Kerja sama ketahanan pangan

Masalah ketahanan pangan juga tak luput dari poin pembahasan, terutama di saat krisis pangan mengancam banyak negara dunia.

 “Kami membahas upaya menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan, termasuk gandum, di tengah situasi dunia yang sangat sulit ini,” ucapnya.

Menurutnya, kerja sama peningkatan kapasitas di bidang food processing, food innovation, dan rantai pasok, sangat penting untuk diperkuat. Selain itu, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya MoU (Memorandum of Understanding) pertanian antara kedua negara untuk segera diimplementasikan.

Kerja sama energi dan perubahan iklim

Sedangkan, fokus kelima, pembicaraan mengarah pada pentingnya penguatan kerja sama energi dan perubahan iklim.

“Saya menyambut baik inisiatif PM Albanese terkait kemitraan infrastruktur dan ketahanan iklim Republik Indonesia-Australia dengan dana hibah awal sebesar 200 juta dollar Australia. Saya juga menyambut baik komitmen investasi Fortescue Metals Group di bidang hydropower dan geotermal senilai US$10 miliar, dan Sun Cable di bidang energi senilai US$1,5 miliar,” kata Jokowi.

Isu kawasan dan dunia

Presiden Joko Widodo

Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Albanese juga membahas tentang isu kawasan dan dunia, seperti isu perang di Ukraina, kerja sama Indo-Pasifik, dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.

Jokowi menyampaikan, Indonesia konsisten mewujudkan hubungan baik dengan Australia untuk menghadirkan perdamaian dan kemakmuran di kawasan. Untuk itu, prinsip-prinsip hukum internasional pun akan terus dipatuhi.

Strategic competition di kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik terbuka. Budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat. Kita juga sepakat untuk memperkuat kemitraan di Pasifik, terutama di bidang iklim, perikanan, dan pertanian,” ujar Jokowi.

Australia mendukung kerja sama

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.

Pada kesempatan yang sama, PM Albanese juga menyampaikan sambutan terhadap sejumlah isu besar yang dibahas dalam pertemuan bersama Presiden Jokowi. Ia mengatakan, Australia siap untuk mendukung berbagai kerja sama terutama yang terkait dengan kemajuan kedua negara dan kawasan Indo Pasifik.

“Indonesia sudah pada jalur yang tepat untuk menjadi satu dari 5 kekuatan besar ekonomi global. Revitalisasi dan kerja sama perdagangan adalah prioritas bagi pemerintahan Saya, dan kerja sama dengan Indonesia akan memainkan peranan penting melalui IA-CEPA. Kementerian Perekonomian (kedua negara) nantinya akan sering bertemu untuk melanjutkan upaya mengamankan kerja sama kedua belah pihak,” kata PM Albanese dalam pidatonya.

Related Articles