Jakarta, FORTUNE - PT Industri Kereta Api/INKA (Persero) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR)--anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)--menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) untuk pengembangan dan pembuatan komponen otomotif berbasis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
Ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement/HoA) oleh perwakilan ketiga pihak antara lain Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT INKA Andy Budiman; Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono, dan Direktur Pemasaran PT Barata Sulistyo Handoko, di Gresik, Jawa Timur, Kamis (15/9).
"Tiga perusahaan sepakat berkolaborasi mengembangkan komponen otomotif terutama untuk kendaraan listrik dalam rangka menciptakan ekosistem industri komponen kendaraan listrik," ujar Andy Budiman dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (16/9).
Ruang lingkup kerja sama ketiga perusahaan tersebut akan meliputi pengembangan komponen otomotif terutama untuk kendaraan listrik, pengujian performansi dan durability komponen otomotif hasil pengembangan bersama serta implementasi komponen hasil pengembangan dalam kendaraan listrik.
Untuk tahap pertama, kata Andy, kolaborasinya akan diimplementasikan pada transportasi bus listrik yang dibuat oleh INKA.
Kini, perusahaanya sedang memproduksi 53 unit bus listrik, dimana 30 unit di antaranya akan digunakan untuk transportasi KTT G-20 dan setelah KTT G-20 akan dioperasikan semuanya oleh Perum DAMRI di Bandung dan Surabaya. Ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
“Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN pada bus listrik generasi pertamanya, PT INKA (Persero) sudah mencapai 42 persen dan pada tahun ini telah mencapai 60 persen TKDN dan selanjutnya sedang ditingkatkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi yang mengikutsertakan industri lokal dalam pembuatan bus listrik,” kata Andy.