Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

BKPM Ungkap Alasan Nvidia Pilih Malaysia untuk Berinvestasi

Nvidia
Nvidia (nvidia.com)
Intinya sih...
  • Indonesia kalah jumlah pemegang gelar magister dan doktoral pada bidang teknologi informasi.
  • Indonesia sebenarnya punya kawasan diproyeksikan sebagai magnet investasi industri berbasis teknologi.
  • Ada kanal resmi bagi pelaku usaha melaporkan hambatan konkret yang mereka hadapi dalam investasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Keputusan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, menanamkan investasi pusat datanya di Johor Bahru, Malaysia, menjadi sorotan di tengah ambisi Indonesia menarik investasi teknologi kelas dunia. Padahal, Indonesia memiliki kawasan digital, yakni Nongsa Digital Park di Batam, yang selama ini diproyeksikan sebagai magnet investasi industri berbasis teknologi.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan pilihan Nvidia tersebut menjadi tantangan serius bagi Indonesia.

“Mereka mendata berapa [pemegang gelar] Master, berapa PhD yang tersedia di Indonesia dan di Malaysia sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Nurul saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1).

Berdasarkan hasil observasi Nvidia, Malaysia dinilai memiliki ketersediaan tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan magister dan doktoral pada bidang teknologi informasi yang lebih banyak dibandingkan Indonesia. Faktor inilah yang menjadi pertimbangan menentukan bagi perusahaan teknologi global yang sangat bergantung pada talenta berkeahlian tinggi.

“Suka tidak suka, dari hasil observasi mereka Malaysia lebih punya banyak PhD di bidang komputer, dan juga Master di bidang itu,” katanya.

Menurut Nurul, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Ia menekankan perlunya strategi jangka panjang dalam penciptaan SDM berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) agar selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Ke depan, pemerintah bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta diminta tidak lagi sekadar memproduksi lulusan dalam jumlah besar, tetapi memastikan relevansi kompetensi dengan kebutuhan industri berbasis teknologi.

“STEM itu harusnya menjadi arus utama bagi peningkatan sumber daya manusia kita,” ujarnya.

Sorotan terhadap lemahnya daya saing investasi Indonesia juga sempat disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia menilai keputusan Nvidia memilih Johor ketimbang Indonesia mencerminkan masih tertinggalnya daya saing nasional dibandingkan dengan negara-negara kawasan seperti Vietnam, Thailand, Singapura, hingga Malaysia.

Purbaya bahkan mengkritik perbaikan iklim investasi yang selama ini kerap berhenti di tataran regulasi, tapi belum sepenuhnya menyentuh persoalan riil di lapangan.

Ia mencontohkan saat menanyakan langsung hambatan investasi kepada jajarannya, jawaban yang diterima justru menyebut tidak ada masalah.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah membentuk Task Force Debottlenecking, sebuah kanal resmi bagi pelaku usaha untuk melaporkan hambatan konkret yang mereka hadapi. Setiap persoalan akan dibahas melalui sidang debottlenecking yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan.

“Kalau ada hambatan di bisnis Anda, Anda bisa lapor dan kami akan sidangkan. Saya sudah memutuskan mengalokasikan waktu satu hari penuh untuk memimpin sidang debottlenecking,” kata Purbaya dalam keterangannya, Senin (1/12).

Ia optimistis pendekatan berbasis lapangan ini dapat mempercepat perbaikan ekosistem investasi, mengingat pada periode 2016–2019 pemerintah berhasil menyelesaikan 193 kasus debottlenecking senilai Rp894 triliun.

Ke depan, reformasi regulasi akan disusun berdasarkan temuan nyata di lapangan, bukan sebaliknya.

Di sisi lain, seperti dilaporkan kantor berita Bernama, Malaysia telah merampungkan pusat data bertenaga Nvidia pertama di Kulai, Johor, melalui proyek senilai RM10 miliar hasil kerja sama YTL Power International dan Nvidia yang diteken pada akhir Oktober tahun lalu.

Pusat data tersebut memanfaatkan GPU NVL72 Grace Blackwell (GB200) berpendingin cairan dan didukung oleh large language model (LLM) lokal Malaysia bernama Ilmu, yang diperkenalkan pada Agustus 2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Discovery Kartika Plaza Hotel Dukung Pasar Murah Artha Graha Peduli 2026

09 Jan 2026, 18:22 WIBNews