Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPS Ingatkan Dampak El Nino terhadap Harga Beras
Serap 1,06 Juta Ton Gabah, Bulog Jabar Jamin Stok Cadangan Beras. IDN Times/Istimewa
  • BPS mewaspadai El Nino dan IOD pada 2026 yang berpotensi menurunkan curah hujan, mengganggu produksi pangan, membatasi pasokan, serta mendorong harga beras.
  • Pengalaman 2023 hingga awal 2024 menunjukkan curah hujan rendah berkaitan dengan inflasi beras, yang mencapai 5,61 persen pada September 2023 dan 5,32 persen pada Februari 2024.
  • Pada Agustus 2026, kenaikan harga beras terjadi di 120 kabupaten/kota; harga medium naik menjadi Rp14.515 per kilogram dan premium menjadi Rp16.363 per kilogram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kenaikan harga beras perlu dicermati lebih ketat?
Vote Now
2023

Ateng mencontohkan Indonesia pernah mengalami inflasi cukup tinggi saat adanya El Nino dan curah hujan rendah.

September 2023

Inflasi beras tercatat mencapai 5,61%. BPS mengaitkan tekanan harga dengan rendahnya curah hujan yang berdampak terhadap produksi pertanian.

Februari 2024

BPS mencatat inflasi beras mencapai 5,32%.

Juli 2026

BPS mencatat inflasi beras sebesar 0,49% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02%.

pekan kedua Agustus 2026

Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras bertambah menjadi 120, dari 106 pada pekan sebelumnya.

minggu kedua Agustus 2026

Harga beras medium meningkat 0,23% menjadi Rp14.515 per kilogram dibandingkan posisi Juli. Harga beras premium naik 0,20% menjadi Rp16.363 per kilogram.

Selasa (18/8)

Ateng menyampaikan peringatan BPS dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Dalam Negeri.

September hingga Desember 2026

Fenomena IOD berpotensi terjadi bersamaan dengan kondisi curah hujan yang relatif rendah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kenaikan harga beras perlu dicermati lebih ketat?
Vote Now
  • What?
    BPS mewaspadai potensi kenaikan harga beras akibat prediksi El Nino dan curah hujan rendah.
  • Who?
    Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terlibat dalam penyampaian prediksi dan peringatan tersebut.
  • Where?
    Potensi dampak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, sementara pernyataan Ateng disampaikan dalam rapat koordinasi yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Dalam Negeri.
  • When?
    Fenomena IOD berpotensi terjadi pada September hingga Desember 2026. Kenaikan harga beras tercatat pada Juli dan Agustus 2026.
  • Why?
    Curah hujan rendah berpotensi mengganggu produksi pangan dan pasokan beras, sehingga dapat mendorong harga di tingkat konsumen.
  • How?
    Kekeringan dapat memicu gagal panen atau penundaan masa panen, membuat pasokan beras lebih terbatas dan harga berpotensi naik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kenaikan harga beras perlu dicermati lebih ketat?
Vote Now

BPS bilang harga beras bisa naik lagi. El Nino dapat membuat hujan sedikit, lalu tanaman pangan bisa terganggu. Ateng Hartono dari BPS mengingatkan hal ini. Sekarang, harga beras di beberapa daerah sudah naik. Harga beras medium dan premium juga naik sedikit pada minggu kedua Agustus 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kenaikan harga beras perlu dicermati lebih ketat?
Vote Now

Perhatian BPS terhadap perkembangan harga pangan menempatkan perubahan curah hujan, produksi pertanian, dan pasokan beras dalam satu pemantauan. Data inflasi beras serta perubahan harga di kabupaten dan kota juga menunjukkan kondisi yang sedang dicermati, termasuk kenaikan harga beras medium dan premium yang masih relatif tipis secara nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kenaikan harga beras perlu dicermati lebih ketat?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mewaspadai potensi kenaikan harga beras dalam beberapa bulan ke depan seiring prediksi fenomena El Nino yang berpotensi memicu penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia dihadapkan pada prediksi El Nino hingga awal kuartal. Kondisi tersebut juga berpotensi terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada September hingga Desember 2026.

Menurut Ateng, potensi kekeringan perlu menjadi perhatian karena curah hujan yang rendah dapat mengganggu produksi pangan. Jika produksi dan pasokan beras terganggu, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Kita pernah mengalami inflasi yang cukup tinggi pada saat adanya El Nino. Ingat di tahun 2023 yang lalu pada saat adanya curah hujan yang rendah atau identik dengan El Nino,” kata Ateng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Dalam Negeri, Selasa (18/8).

Pada September 2023, inflasi beras mencapai 5,61 persen. Menurut BPS, tekanan harga tersebut berkaitan dengan rendahnya curah hujan yang berdampak terhadap produksi pertanian.

Tekanan harga beras juga berlanjut hingga awal 2024. BPS mencatat inflasi beras mencapai 5,32 persen pada Februari 2024.

Kondisi cuaca lebih kering dapat memengaruhi produksi pertanian di sejumlah wilayah, antara lain melalui gagal panen maupun penundaan masa panen. Ketika produksi menurun dan masa panen tertunda, pasokan beras menjadi lebih terbatas sehingga berpotensi mendorong harga di tingkat konsumen.

Ateng mengatakan pengalaman tersebut menjadi alasan BPS meminta perkembangan harga pangan terus dicermati dalam beberapa bulan ke depan.

“Kita cermati di bulan-bulan depan pada saat terjadinya kondisi curah hujan yang relatif minimal seperti perkiraan tadi BMKG,” ujarnya.

Harga Beras Mulai Naik

Default Image

Potensi tekanan harga tersebut mulai terlihat dari perkembangan harga beras pada 2026. Meski belum setinggi periode dampak El Nino 2023 hingga awal 2024, harga beras menunjukkan kenaikan di sejumlah daerah.

Pada Juli 2026, BPS mencatat inflasi beras 0,49 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02 persen.

Memasuki pekan kedua Agustus 2026, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras juga bertambah. BPS menyatakan terdapat 120 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras, lebih tinggi ketimbang 106 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.

Sejumlah daerah bahkan mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras cukup tinggi. Kabupaten Bone Bolango berada di posisi teratas dengan perubahan IPH sebesar 13,01 persen, disusul Kabupaten Pohuwato sebesar 9,67 persen, Gorontalo Utara 6,47 persen, Kabupaten Bengkulu Selatan 5,45 persen, dan Kabupaten Nduga 4,88 persen.

Kenaikan juga terjadi pada harga beras medium dan premium secara nasional, meski masih relatif tipis. Hingga minggu kedua Agustus 2026, harga beras medium meningkat 0,23 persen menjadi Rp14.515 per kilogram dibandingkan posisi Juli.

Sementara itu, harga beras premium naik 0,20 persen menjadi Rp16.363 per kilogram.

“Untuk beras medium maupun beras premium, terjadi peningkatan harga walaupun tipis. Untuk beras medium sampai dengan minggu kedua di Agustus 2026, meningkat 0,23 persen, beras premium meningkat 0,20 persen posisi minggu kedua dibandingkan dengan di bulan Juli yang lalu,” kata Ateng.

Ikut pilih pandanganmu soal harga beras

Apakah kenaikan harga beras perlu dicermati lebih ketat?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article