Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPS Catat inflasi Sebesar 0,21% pada Agustus 2026, Dipicu Ayam Hingga Cabai
ilustrasi inflasi, ekonomi (vecteezy.com/Sutthiphong Chandaeng)
  • BPS mencatat inflasi bulanan 0,21 persen pada Agustus 2026, setelah deflasi 0,14 persen pada Juli 2026.
  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan, terutama daging ayam ras.
  • Inflasi tahunan Agustus 2026 mencapai 3,19 persen, dengan seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah inflasi Agustus 2026 perlu jadi perhatian utama?
Vote Now
Agustus 2025

Inflasi tahunan tercatat sebesar 2,31 persen.

Juli 2026

BPS mencatat deflasi bulanan sebesar 0,14 persen. IHK berada di level 111,73 dan inflasi tahunan melandai menjadi 2,88 persen.

Agustus 2026

Inflasi bulanan tercatat 0,21 persen dan IHK naik menjadi 111,97. Inflasi tahunan mencapai 3,19 persen.

Selasa (1/9)

Ateng Hartono menyampaikan komoditas penyumbang inflasi dalam konferensi pers di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah inflasi Agustus 2026 perlu jadi perhatian utama?
Vote Now
  • What?
    BPS mencatat inflasi bulanan 0,21 persen pada Agustus 2026 dan inflasi tahunan 3,19 persen.
  • Who?
    Badan Pusat Statistik dan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono.
  • Where?
    Indonesia; Ateng menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta.
  • When?
    Agustus 2026, dengan keterangan disampaikan pada Selasa (1/9).
  • Why?
    Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan, terutama daging ayam ras.
  • How?
    IHK naik dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah inflasi Agustus 2026 perlu jadi perhatian utama?
Vote Now

BPS bilang harga-harga pada Agustus 2026 naik sedikit, yaitu 0,21 persen. Harga ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras ikut membuat harga naik. Dari 38 provinsi, 27 provinsi mengalami kenaikan harga dan 11 provinsi mengalami penurunan harga. Inflasi setahun menjadi 3,19 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah inflasi Agustus 2026 perlu jadi perhatian utama?
Vote Now

Pencatatan BPS memperlihatkan rincian pergerakan inflasi dari kelompok pengeluaran, komponen, komoditas, hingga wilayah. Data tersebut juga mencatat perbedaan kondisi di 38 provinsi, termasuk daerah dengan inflasi dan deflasi bulanan. Rincian ini menggambarkan pengukuran yang mencakup perkembangan harga secara nasional dan regional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah inflasi Agustus 2026 perlu jadi perhatian utama?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (mtm) pada Agustus 2026, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat sebesar 3,19 persen (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,86 persen (ytd). 

Sebelumnya, BPS mencatat deflasi di Indonesia sebesar 0,14 persen secara bulanan dan inflasi tahuann melandai menjadi 2,88 persen pada Juli 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa inflasi pada Agustus dipengaruhi sejumlah kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab inflasi bulanan Agustus 2026 dengan andil inflasi 0,17 persen dan tingkat inflasi sebesar 0,57 persen. 

“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah adalah daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen serta cabai rawit, ikan segar, dan beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen,” kata Ateng pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9). 

Selain itu, inflasi juga dipengaruhi kacang panjang, buncis, jagung manis, timun, semangka, sigaret kretek mesin, dan juga sigaret putih mesin atau SPM dengan andil inflasi masing-masing 0,01 persen.

Menurut wilayah, dari 38 provinsi, 27 provinsi mengalami inflasi dan 11 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku dengan tingkat inflasi bulanan masing-masing sebesar 0,81 persen. Sementara deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,27 persen. 

Secara tahunan, inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi Agustus 2025 sebesar 2,31 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, pendorong utama inflasi tersebut adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,13 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen serta kelompok transportasi sebesar 0,58 persen.  

Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi. Andil inflasi tertinggi disumbang oleh komponen inti sebesar 1,87 persen, diikuti komponen bergejolak 0,67 persen dan komponen harga diatur pemerintah 0,65 persen. Inflasi pada komponen inti utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, pelumas/oli mesin, dan laptop/notebook.  

Seluruh provinsi tercatat mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 5,28 persen dan inflasi terendah di Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen.

Ikut pilih pandanganmu soal inflasi Agustus 2026

Apakah inflasi Agustus 2026 perlu jadi perhatian utama?

See More
Ya, perlu jadi perhatian utama
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, belum jadi perhatian utama

Curated For You

Editorial Team

Related Article