Profil Solikin M Juhro, Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Solikin M. Juhro terpilih sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 melalui musyawarah mufakat Komisi XI DPR RI, setelah uji kepatutan pada 27 Agustus 2026.
Keputusan tersebut dijadwalkan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026 untuk pengesahan resmi, mengikuti mekanisme pengangkatan pimpinan BI.
Solikin berkarier di BI sejak 1994. Ia mengusung visi stabilitas, pertumbuhan, dan inklusivitas melalui delapan strategi “Semangka”.
Jakarta, FORTUNE – Solikin M. Juhro terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI Kamis (27/08). Penepatannya usai ia menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bersama calon lain, M. Anwar Bashori.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan keputusan mengenai jajaran pimpinan BI diambil melalui musyawarah dan mufakat. Hasilnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026 untuk disahkan secara resmi.
“Kami memilih secara musyawarah mufakat dan nanti kami akan mengagendakan mereka ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI tanggal 1 September 2026,” ungkap Misbakhun.
Solikin bukan sosok yang asing di Bank Indonesia. Ia memiliki rekam jejak luas di bidang kebijakan moneter. Untuk lebih lengkap, berikut profil Solikin M. Juhro hingga perjalanan kariernya.
Table of Content
Profil Solikin M Juhro
Solikin M. Juhro lahir pada 10 Oktober 1967 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Airlangga pada bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan pada 1991.
Solikin kemudian melanjutkan studi Master of Economics di University of Michigan dan lulus pada 1998. Ia juga meraih gelar doktor pada jurusan Economics Monetary di Universitas Indonesia pada 2005.
Solikin kini dikenal sebagai ekonom senior dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi dan kebijakan moneter. Ia juga aktif dalam riset dan kajian ekonomi moneter.
Sejumlah karya ilmiahnya berfokus pada ranah kebijakan moneter, inflasi, serta hubungan antara kebijakan moneter dan kondisi ekonomi nasional. Kiprahnya dalam bidang akademik juga terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai publikasi mengenai kebijakan bank sentral.
Perjalanan karier Solikin M Juhro di Bank Indonesia
Karier Solikin M. Juhro di Bank Indonesia dimulai sejak 20 September 1994. Sejak saat itu, ia membangun kariernya di bank sentral Indonesia dengan menduduki sejumlah posisi strategis.
Solikin pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Institusi BI periode 2016–2018. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Institusi BI pada 2018–2022.
Kariernya berlanjut sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2022–2023. Pada saat yang sama, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sejak 16 Juni 2023.
Visi Solikin untuk Bank Indonesia
Solikin membawa visi besar apabila menjadi Deputi Gubernur BI. Ia memaparkan visi tersebut dalam uji kepatutan dan kelayakan di hadapan Komisi XI DPR RI. Dalam paparannya, ia menilai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi harus dirancang untuk saling melengkapi satu sama lain demi mewujudkan inklusivitas ekonomi.
“Stabilitas memungkinkan pertumbuhan, pertumbuhan memperluas kesempatan kerja, dan inklusivitas memperkuat basis ekonomi dan sosial. Pada akhirnya, basis ekonomi yang semakin kuat akan kembali memperkokoh stabilitas. Jadi, ketiganya saling memperkuat satu sama lain,” ujar Solikin.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Solikin memperkenalkan konsep kebijakan bernama “Semangka”. Konsep ini mencakup delapan strategi yang dirancang untuk menerjemahkan misi bank sentral secara lebih konkret dan terukur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk melaksanakan strategi tersebut. Namun, sinergi tersebut tidak berarti menghilangkan independensi BI.
Terpilih sebagai Deputi Gubernur BI
Solikin tercatat telah dua kali mengikuti uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon Deputi Gubernur BI. Pada 23 Januari 2026, Komisi XI DPR menguji Solikin bersama dua calon lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono. Ia kembali mengikuti fit and proper test pada 27 Agustus 2026 bersama M. Anwar Bashori.
Setelah melalui proses panjang, Komisi XI menetapkan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031. Ia akan mengisi jajaran pimpinan BI bersama Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Senior Gubernur BI.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengatakan keputusan tersebut ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat berdasarkan kebijakan yang berlaku.
“Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Saudari Destry Damayanti sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, Saudari Aida S. Budiman sebagai Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2026–2031, dan Saudara Solikin M. Juhro sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031," ujar Fauzi.
Hasil keputusan tersebut akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa, 1 September 2026. Proses pengangkatan pimpinan BI kemudian akan mengikuti mekanisme yang berlaku.
FAQ seputar profil Solikin M Juhro
Siapa Solikin M Juhro? Solikin M. Juhro adalah ekonom senior yang menjadi Deputi Gubernur BI periode
Kenapa Solikin M Juhro terpilih jadi Deputi Gubernur BI? Solikin terpilih menjadi Deputi Gubernur BI melalui musyawarah mufakat setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan.
Apa saja bidang yang pernah ditangani oleh Solikin M Juhro? Ia terampil dalam ranah birokrasi bank sentral, seperti kebijakan moneter hingga kebijakan makroprudensial.
Siapa saja yang terpilih bersama Solikin? Komisi XI menetapkan Solikin bersama Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur BI dan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI.



















