Jakarta, FORTUNE — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pelibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap pengambilan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Arahan ini disampaikan dalam rapat koordinasi anggota KSSK di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7), hanya beberapa jam setelah pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Langkah integrasi "KSSK Plus Danantara" ini diambil guna memperluas cakupan pertimbangan kebijakan ekonomi nasional. Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan mulai saat ini Danantara akan menghadiri rapat koordinasi rutin KSSK setiap bulan guna memastikan kebijakan makro tidak hanya menitikberatkan aspek fiskal dan moneter, tetapi juga berdampak langsung pada dunia usaha.
"Jadi, lebih ke the whole ecosystem-nya," kata Rosan.
Rapat ini berlangsung di tengah transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral pasca-pengunduran diri Perry yang telah diterima oleh Prabowo. Sebelum nama calon gubernur definitif diajukan oleh pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sesuai ketentuan undang-undang, posisi pimpinan BI untuk sementara dipegang oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Destry menyampaikan pandangan Prabowo mengenai pentingnya penguatan sinergi antaranggota KSSK yang kini diperluas bersama Danantara dalam menjaga ketahanan sistem keuangan nasional.
"KSSK mendukung pemerintah sesuai dengan arah kebijakan yang memang sudah menjadi garis dari pemerintah, capaian pemerintah," kata Destry usai rapat seperti ditayangkan oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Di tengah masa peralihan kepemimpinan bank sentral tersebut, Destry menenangkan pelaku pasar dan menegaskan tidak ada perubahan pada kerangka kebijakan moneter. Bank Indonesia dipastikan tetap berfokus pada stabilitas pasar keuangan domestik.
"Stance kebijakan kami tidak berubah, bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini," kata Destry.
