Jakarta, FORTUNE - Bank DBS Indonesia memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level 8.000 hingga akhir tahun. Proyeksi ini didorong oleh potensi kenaikan laba bersih emiten di Bursa Efek Indonesia yang akan merilis laporan keuangan.
“Yang diharapkan dengan perkembangan yang sudah terjadi selama 6 bulan terakhir, maka earning (laba bersih) ini akan membantu mendongkrak indeks untuk kembali ke 8.000," ujar Head of Investment & Insurance Product DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media brieding DBS Insight Forum 2026, Jakarta, Rabu (15/7).
Djoko juga menilai, transformasi ekonomi dan berbagai kebijakan pemerintah dinilai telah berjalan ke arah yang tepat. Hal itu tercermin dari keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P yang tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
"Artinya transformasi yang dilakukan pemerintah dan berbagai regulasi yang diterapkan masih dinilai positif," ujarnya.
Ia juga menilai kekhawatiran mengenai status Indonesia dalam indeks MSCI tidak lagi menjadi risiko utama bagi pasar. Menurutnya, sentimen tersebut sudah lebih dulu tercermin dalam pergerakan IHSG. Saat itu, indeks saham sempat terkoreksi hingga berada di bawah level 6.000.
"Market sudah price in terhadap kemungkinan itu. Jadi tekanan ke bawah seharusnya sudah tidak sebesar sebelumnya," ujarnya.
Ke depan, ia menilai risiko yang lebih perlu diwaspadai justru berasal dari faktor global, terutama apabila harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya energi perusahaan sehingga menekan pertumbuhan laba emiten.
Selain itu, prospek pasar domestik juga didukung oleh ekspektasi suku bunga acuan Indonesia yang diperkirakan masih berpotensi naik satu hingga dua kali hingga mencapai sekitar 6 persen. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Seharusnya rupiah kita semakin stable, entah ke Rp18.000 atau menurut kami bahkan bisa kembali ke Rp17.600,” katanya.
Pada hari ini (15/7), IHSG ditutup menguat 0,041 persen menjadi 6.041. Pada 20 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High / ATH) di level 9.134,70.
