Comscore Tracker
NEWS

Dorong Produksi Cip, Joe Biden Gelontorkan US$52,7 Miliar

AS berupaya mengejar ketertinggalan di industri cip.

Dorong Produksi Cip, Joe Biden Gelontorkan US$52,7 MiliarPresiden Amerika Serikat Joe Biden. ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Persaingan bisnis semikonduktor bakal semakin ketat. Untuk bersaing dengan Cina dan Taiwan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalokasikan dana sebesar US$52,7 miliar atau kisaran Rp783,9 triliun.

Anggaran ini tertuang dalam rancangan aturan Chips and Science Act yang ditandatangani Presiden AS Joe Biden. Dana itu diperuntukkan untuk mendanai penelitian serta pembangunan manufaktur semikonduktor domestik. Di samping itu, memberikan insentif dan subsidi kepada produsen cip untuk membangun pabrik di Amerika Serikat.

Dengan demikian, kesempatan bagi perusahaan Negeri Paman Sam untuk mengembangkan inovasi produksi cip komputer kian terbuka luas. Selain itu, turut mendorong pemberian kredit pajak untuk mendongkrak investasi di sektor ini.

"Ini adalah hari pembangunan. Hari ini Amerika akan mengirimkannya," kata Biden, dikutip dari CNBC International, Kamis (11/8).


 

Mempertajam keunggulan teknologi AS

Biden mengatakan, dana bantuan itu untuk mempertajam keunggulan teknologi AS dan menghidupkan kembali industri cip yang tertinggal. AS memang tertinggal dari negara lain soal produksi cip. 

Negeri adidaya itu hanya memproduksi sekitar 10 persen dari pasokan semikonduktor dunia. Sedangkan Asia Timur menyumbang 75 persen dari produksi global. 

Padahal semikonduktor adalah bagian penting dari berbagai produk termasuk elektronik konsumen, mobil, peralatan perawatan kesehatan, dan sistem senjata. Pandemi Covid-19 memicu kekurangan pasokan cip, serta menyoroti ketergantungan AS pada cip buatan luar negeri, sehingga berpotensi mengancam keamanan nasional.

Biden juga menyebutkan undang-undang tersebut akan membuka ratusan miliar lebih dari perusahaan swasta. Melalui ketentuan tersebut, perusahaan telah mengumumkan lebih dari US$44 miliar untuk investasi manufaktur semikonduktor baru.

Dari jumlah itu, US$40 miliar berasal dari investasi micron dalam pembuatan cip memori. Biden mengatakan, inisiatif perusahaan akan menghasilkan 8.000 pekerjaan baru dan meningkatkan pangsa pasar AS dari produksi cip memori dari 2 persen menjadi 10 persen Selain itu, AS juga mencatat ada kemitraan baru Qualcomm dan GlobalFoundries..

Persaingan AS dan Cina

Di sisi lain, Amerika Serikat secara agresif membatasi akses Cina untuk mengembangkan teknologi. Pada 2020, AS mengeluarkan aturan yang mewajibkan produsen asing pengguna peralatan pembuat cip negaranya untuk mendapatkan lisensi, sebelum mereka dapat menjual semikonduktor ke Huawei. Akibatnya TSMC tidak dapat lagi mengirim pasokan ke Huawei. Padahal TSMC merupakan pemasok cip prosesor smartphone Huawei. Bisnis Huawei pun dirugikan.

Pada tahun yang sama, pembuat cip terbesar Cina SIMC juga dimasukkan ke dalam daftar hitam ekspor AS sehingga membatasi aksesnya ke teknologi utama. Cip semikonduktor memang menjadi bagian penting dari persaingan AS dan Cina atas teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

Terlebih Amerika Serikat juga tengah berkutat dengan krisis cip semikonduktor global. Produk cip semikonduktor dibutuhkan berbagai industri mulai dari smartphone, mobil, hingga lemari es. Tak hanya itu, semikonduktor dibutuhkan untuk mengembangkan peralatan militer AS.

Sebelumnya, pascarancangan aturan Chips and Science Act yang ditandatangani Presiden AS Joe Biden, Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi berbicara dengan dua petinggi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) saat kunjungannya ke Taiwan pada April 2022.

Lawatan itu menunjukkan bahwa AS semakin melancarkan upayanya untuk mencegah invasi Cina di sektor teknologi. Pemerintah Amerika Serikat bahkan mengiming-imingi TSMC subsidi untuk membantu pembangunan pabriknya di negeri Paman Sam.

“Alasan yang jelas adalah kepentingan strategis yang krusial sebagai produsen cip dan dalam rantai pasokan semikonduktor global.” kata Kepala Penelitian Asia di Verisk Maplecroft, Reema Bhattacharya, seperti dikutip dari CNBC International.  
 

Related Topics

Related Articles