Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Langkah Strategis Kemendag Hadapi Ancaman Resesi 2023, Apa Saja?

Langkah Strategis Kemendag Hadapi Ancaman Resesi 2023, Apa Saja?
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (dok.Kemendag)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan sektor perdagangan akan tetap tumbuh di tengah ancaman resesi 2023. Ada dua langkah strategis yang akan dilakukan berfokus pada penguatan pasar domestik dan pemanfaatan pasar luar negeri yang dinamis. 

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, mengatakan kesiapan sektor perdagangan juga akan difokuskan pada pemetaan wilayah yang diperkirakan mengalami penurunan ekonomi. “Ekonomi nasional, khususnya sektor perdagangan dapat terus tumbuh berkesinambungan, meskipun terdapat dinamikan ekonomi tingkat global,” ujarnya seperti dikutip dari Antaranews, Senin (9/1).

 Ia berharap, semua pemangku kepentingan bisa bekerja sama dengan baik dan fokus pada penguatan perdagangan dalam negeri. 

Penguatan pasar domestik

Pengunjung memilih sepatu pada pameran UMKM Milenial di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (26/3/2022)/ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww
Pengunjung memilih sepatu pada pameran UMKM Milenial di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (26/3/2022)/ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww

Langkah pertama yang menjadi fokus Kemendag, yakni memastikan pasar domestik tetap tumbuh positif: pertama, dengan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat, yang pokok dan esensial.

Selanjutnya, memastikan keterjangkauan harga barang kebutuhan tersebut di tengah masyarakat. Dalam hal ini, kolaborasi dan koordinasi antar Kementerian, Lembaga, dan dunia usaha harus dilakukan mencakup seluruh rantai pasok. Berikutnya, memastikan pemanfaatan digitalisasi di berbagai saluran distribusi, supaya keterjangkauan dan ketersediaan barang bisa terjaga.

Kemendag juga mengoptimalkan berbagai langkah pengamanan sektor industri dalam negeri lewat antidumping dan safeguard.

Manfaatkan pasar luar negeri

Pelabuhan Peti Kemas. (Dok. Bea Cukai)
Pelabuhan Peti Kemas. (Dok. Bea Cukai)

Langkah strategis kedua yang tak kalah penting adalah memanfaatkan pasar luar negeri secara maksimal. Salah satunya dengan memberikan peluang bagi para pelaku usaha nasional untuk bisa melakukan ekspor dengan proses yang benar dan kualitas barang yang terjamin.

Mendag mengatakan, Kemendag akan terus menginisiasi, menuntaskan, dan mengimplementasikan berbagai perjaniajan perdagangan dengan berbagai mitra dagang di seluruh dunia. “Perjanjian yang sudah selesai seperti RCEP (regional ASEAN), Indonesia Korea (CEPA), akan segera diimplementasikan pada awal tahun ini,s ekitar akhir Januari atau awal Februari, sehingga diharapkan jadi peluang peningkatan ekspor nasional,” katanya.

Hal tersebut juga akan disertai dengan misi dagang ke berbagai kawasan nontradisional, seperti Afrika (Nigeria dan Maroko), Timur tengah (Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab), Asia Selatan (India dan Bangladesh), serta Amerika Latin (Cile, Peru, dan Brasil). “Hal ini akan mendorong business to business connectivity antara pelaku usaha nasional dengan pelaku usaha dari negara di kawasan tersebut,” ujar Menteri Zulkifli.

Kemendag juga dengan konsisten akan terus berupaya menangani berbagai hambatan yang dialami oleh para eksportir lokal melalui mekanisme bilateral antarpemerintah, atau berbagai forum internasional.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bayu Satito
Ekarina .
Bayu Satito
EditorBayu Satito
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban, Anggaran Rp100 M dari APBN

26 Mei 2026, 21:21 WIBNews