Comscore Tracker
NEWS

Kemenhub Upayakan Pemulihan Bandara yang Sepi Karena Pandemi Covid-19

Pandemi disebut sebagai sebab sepinya penumpang di bandara.

Kemenhub Upayakan Pemulihan Bandara yang Sepi Karena Pandemi Covid-19Shutterstock/dendrobium_labs

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, terus berupaya memulihkan bandar udara yang sepi akibat terdampak pandemi Covid-19. Pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 telah menekan industri penerbangan.

“Pandemi membuat pergerakan pesawat dan jumlah penumpang di semua bandara mengalami penurunan yang signifikan," ujar Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono, dalam keterangannya, Senin (19/9).

Menurut dia, penurunan berlangsung sejalan dengan pengetatan mobilitas pergerakan orang, untuk menjaga protokol kesehatan.

Situasi dan kondisi semacam itulah yang menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan mengurangi armada dan menutup rute-rute yang tidak padat, untuk mengurangi biaya operasional.

Upaya meramaikan Bandara Kertajati

Seperti Bandara Kertajati, kata Isnin. Sejak pandemi penerbangan komersial penumpang di bandara ini secara bertahap berkurang. Akibat sepi penumpang, pada akhirnya tidak ada maskapai yang beroperasi melayani penerbangan.

"Hanya saja, bukan berarti tak ada operasional di bandara ini. Bandara tetap terus beroperasi dengan melayani penerbangan untuk kargo, dengan terus mengupayakan kembali adanya penerbangan penumpang," kata Isnin.

Adanya rencana operasional jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) bulan depan (Oktober 2022), akan sangat membantu pemulihan lebih cepat di Bandara Kertajati. Jalan tol memungkinkan perjalanan dari Bandung ke Kertajati hanya dalam satu jam saja.

Alhamdulillah, mulai November Bandara Kertajati akan bersiap melayani penerbangan komersial dan rencananya akan digunakan juga untuk melayani penerbangan umroh,” ujarnya.

Bandara lain juga tidak kunjung ramai

Kondisi Bandara jenderal Besar Soedirman saat beroperasi, Selasa (19/10).

Menurut Isnin, kondisi hampir serupa terjadi juga di bandara lainnya yang tertekan karena pandemi, antara lain Bandara Ngloram (Blora), Bandara Purbalingga dan Bandara Wiriadinata (Tasikmalaya).

"Sebelum pandemi, di bandara-bandara tersebut sudah ada beberapa penerbangan komersial menuju Bandara Halim Perdanakusuma, dan sebaliknya," kata Isnin.

Bandara-bandara tersebut, kecuali Kertajati, hanya bisa didarati pesawat propeler, dengan Bandara Halim Perdanakusuma menjadi hub utama. Sehingga, selain terdampak pandemi, ketika ada revitalisasi Bandara Halim pada Maret hingga Agustus 2022, dampaknya kian terasa bagi bandara-bandara tersebut.

 “Revitalisasi Bandara Halim ini memiliki dampak yang besar bagi penerbangan ke bandara-bandara yang baru dibangun atau dikembangkan,” ujar Isnin.

Setelah revitalisasi selesai pada awal September 2022, Bandara Halim dibuka kembali untuk penerbangan komersial dan siap untuk menyambut kegiatan internasional Presidensi G20 Indonesia.

“Semoga ini awal yang baik, rute penerbangan dari Halim menuju bandara-bandara disekitarnya dapat kembali dibuka,” kata Isnin.

Perlu waktu untuk hidupkan bandara

Seiring dengan pemulihan masa pandemi, Isnin mengatakan perlu waktu untuk kembali pada kondisi sebelum pandemi. Apalagi saat ini jumlah pesawat masih sangat terbatas untuk melayani masyarakat di seluruh Indonesia.

“Dibanding sebelum pandemi, jumlah pesawat kita yang siap beroperasi tinggal 55 persen sampai dengan 60 persen dari jumlah sebelum pandemi tahun 2019. Semoga sampai akhir tahun sudah ada peningkatan jumlah armada secara signifikan,” ujarnya.

Bandara seperti halnya infrastruktur transportasi yang lain, tidak bisa langsung melahirkan trafik dan mobilitas dalam jangka waktu pendek. “Manfaat kehadiran bandara akan terasa ketika  dalam jangka menengah dan jangka panjang, pada saat mobilitas masyarakat makin tinggi dan butuh pilihan transportasi yang cepat dan aman,” katanya.

Namun, dia yakin kolaborasi antar Kementerian/Lembaga terkait, dan pelibatan pemerintah daerah serta stakeholder penerbangan, akan membuat upaya pemulihan ini berjalan dengan baik.

“Kita terus berusaha melakukan pemulihan agar sektor penerbangan kembali menggeliat, bandara kembali ramai dan banyak rute penerbangan yang dibuka kembali, mari bersama-sama kita wujudkan,” ujarnya.

Related Articles