Comscore Tracker
NEWS

Stok Hewan Kurban Idhul Adha Cukup, Diperkirakan Surplus 391 Ribu Ekor

Stok khusus hewan kurban tahun ini mencapai 2.205.660 ekor.

Stok Hewan Kurban Idhul Adha Cukup, Diperkirakan Surplus 391 Ribu EkorKementerian Pertanian melakukan berbagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban salah satunya dengan cara mendatangkan ternak dari wilayah zona hijau atau bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/YU

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Pertanian (Kementan) mengeklaim stok hewan kurban untuk menyambut Iduladha 1443 Hijriah mencukupi kebutuhan masyarakat di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Biro Humas dan Pusat Informasi Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan total stok hewan kurban yang bisa dialokasikan untuk momentum Lebaran Haji masih mengalami surplus.

"Stok khusus hewan kurban tahun ini 2.205.660 ekor. Data kebutuhan hewan kurban 1.814.402 ekor, pemerintah optimistis surplus 391.258 ekor," ujar Kuntoro dalam penyampaian perkembangan penanganan PMK, Selasa (14/6).

Apabila diperinci, berdasarkan data per 10 Juni 2022, stok sapi kurban sebanyak 822.266 ekor dengan kebutuhan 696.574 ekor. Stok kerbau kurban 27.179 ekor dengan perkiraan kebutuhan 19.652 ekor.

Stok kambing untuk kurban mencapai 952.390 ekor dengan kebutuhan 733.784 ekor, dan stok domba untuk kurban 403.826 ekor dengan kebutuhan 364.393 ekor.

Pengiriman melalui laut

Kuntoro mengatakan Kementan memastikan stok hewan kurban tersebut berasal dari daerah yang terbebas dari wabah PMK atau wilayah zona hijau. Hewan kurban tersebut juga dikirim melalui jalur tol laut dengan prosedur yang ketat.

"Pemerintah melakukan pengetatan dan pengawasan lalu lintas khususnya hewan rentan PMK di seluruh pintu pengeluaran dan pemasukan. Bahwa pengendalian lalu lintas hewan rentan PMK ini bertujuan untuk mempertahankan pulau-pulau atau wilayah yang masih bebas PMK tetap terjaga dan aman dari PMK," kata Kuntoro.

Kenaikan permintaan 13 persen

Kuntoro mengatakan Kementerian Pertanian mencatat adanya kenaikan permintaan hewan kurban pada tahun ini dibandingkan 2021 sebesar 11 persen hingga 13 persen.

Untuk beberapa provinsi yang masih minus atau defisit, hewan kurban akan dipenuhi dari daerah yang surplus melalui rekayasa lalu lintas hewan kurban, baik melalui jalur darat dalam satu pulau maupun jalur laut dan pintu masuk pelabuhan daerah hijau.

"Sebagai contoh, Kementan telah melakukan perubahan cara distribusi ternak dari NTT dan NTB yang biasanya menggunakan truk melalui Jawa Timur, diubah menggunakan tol laut," katanya.

Kuntoro menyatakan hingga saat ini telah diangkut lebih dari 9.000 ekor sapi NTT dan NTB ke wilayah Jabodetabek melalui Pelabuhan Tanjung Priok untuk kebutuhan hewan kurban Idul Adha.

Related Articles