Gejolak Venezuela Belum Akan Berdampak ke Harga BBM di Indonesia

- Gejolak politik Venezuela tidak berdampak pada harga BBM di Indonesia.
- Pemerintah memantau perkembangan global dan menyiapkan langkah antisipasi.
- Indonesia tidak bergantung pada impor minyak mentah dari Venezuela.
Jakarta, FORTUNE - Gejolak politik di Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dipastikan tidak berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Pemerintah menegaskan ketahanan energi nasional tetap stabil meski dinamika geopolitik di Amerika Latin memanas.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menyatakan pemerintah terus memantau pergerakan pasar global. Hingga saat ini, belum ditemukan tekanan signifikan yang dapat mempengaruhi harga minyak mentah maupun BBM domestik.
“Kita akan analisis, tapi yang jelas kondisi kita saat ini stabil,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Senin (5/1) malam.
Laode menyatakan pemerintah senantiasa menyiapkan langkah mitigasi dalam mengantisipasi volatilitas global. Namun, untuk saat ini, ia mengimbau masyarakat tidak mencemaskan spekulasi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
“Antisipasi itu selalu ada. Tapi, untuk sekarang ini, baru diumumkan aman,” katanya.
Faktor utama yang menjaga stabilitas Indonesia adalah diversifikasi sumber impor. Laode menjelaskan bahwa Indonesia tidak bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela. Saat ini, pasokan crude oil (minyak mentah) nasional berasal dari wilayah lain yang kondisinya terpantau tetap stabil.
“Kita sumber crude itu bukan dari sana,” ujarnya.
Terkait implementasi di lapangan, ia menegaskan belum ada lonjakan harga yang berarti.
“Pada hari ini kita belum melihat. Jadi di praktiknya tidak ada kenaikan yang signifikan.”
Kendati demikian, pemerintah tetap berkomitmen melakukan pemantauan berkelanjutan demi merespons setiap perkembangan global secara tepat.
Sebagai konteks, dunia tengah menyoroti penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS pada Sabtu lalu (3/1).
Peristiwa ini memicu kekhawatiran di pasar energi global mengingat status Venezuela sebagai salah satu pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Maduro ditangkap atas tuduhan perdagangan narkotika dan saat ini tengah menjalani proses hukum di New York dengan dakwaan serius, termasuk terorisme narkoba dan kepemilikan senjata berat.


















