Gubernur BI dan Erick Thohir Bahas Bunga Nol Persen untuk Kredit Mikro

Jakarta, FORTUNE -Ā Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan tengah membahas pemberian bunga pinjaman nol persen bagi pengusaha ultra mikro. Usulan kebijakan itu berasal dari Menteri BUMN, Erick Thohir, dan dibahas bersama pemerintah untuk menentukan mekanisme penyaluran serta model yang tepat untuk dapat dijalankan.
"Menteri BUMN sudah ketemu saya. [Kami] sedang berdiskusi untuk model bisnis, sedang didiskusikan mekanisme seperti apa," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (16/2).
Dalam kesempatan itu, Perry meminta optimisme bahwa perekonomian Indonesia bisa bangkit dapat terus ditumbuhkan, "meskipun kita harus tetap waspada bahwa ekonomi global masih belum ramah," ujarnya.
Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPE, Erick mengusulkan bunga pinjaman nol persen bagi pelaku usaha mikro di Indonesia. Dia mengeklaim usul itu telah disampaikan kepada Gubernur BI.
"Ini juga sudah mendapatkan dukungan langsung daripada pemerintah, khususnya bapak Presiden Joko Widodo karena sudah ada rapat terbatasnya," katanya.
Pertumbuhan kredit Januari 2023 melambatĀ
Di hadapan wartawan Perry mengatakan pertumbuhan kredit perbankan sedikit melambat menjadi 10,53 persen year-on-year (yoy) pada Januari 2023 dibandingkan "pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,35 persen (yoy) seiring pola musiman awal tahun," ujarnya.
Secara terperinci, kredit perbankan syariah tumbuh lebih tinggi, yakni 20,9 persen yoy. Kemudian, segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tercatat melanjutkan pertumbuhan kredit, khususnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 29,66 persen yoy selama 2022.
Menurut Perry, tingginya kredit atau pembiayaan didorong oleh sisi penawaran yang didukung likuiditas yang memadai dan standar penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan yang tetap longgar.
Sementara itu dari sisi permintaan, kenaikan kredit atau pembiayaan ditopang oleh permintaan korporasi termasuk UMKM dan konsumsi rumah tangga yang terus membaik.
"Bank Indonesia akan terus mendorong perbankan untuk meningkatkan intermediasi guna mendukung pemulihan ekonomi," kata Perry.


















