Indonesia Akan Punya Pabrik Foil Terbesar di ASEAN

Jakarta, FORTUNE - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) proyek pembangunan pabrik foil tembaga di Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini merupakanĀ milik PT Hailiang Nova Material.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, mengatakan pabrik foil tembaga pertama di Indonesia itu memiliki kapasitas produksi terbesar di Asia Tenggara.
"DariĀ groundbreakingĀ sampai commercial operation, proyek foil tembaga ini diselesaikan kurang dari 12 bulan. Hal ini akan menjadi rekor tercepat pembangunan proyek-proyek tembaga di dunia sekaligus menunjukkan reputasi investasi Indonesia," kata Luhut dikutip dari YouTube Setpres, Selasa (20/6).
Oleh karena itu, kata Luhut, jajaran menteri dan kepala daerah akan memberikan dukungan penuh untuk proyek pabrik foil tembaga tersebut, seperti untuk memberikan perizinan dan insentif.
Menurut Luhut, Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam, Meksiko, Amerika Serikat dan Hungaria untuk mendapatkan realisasi investasi proyek foil tembaga itu.
Pembangunan smelter Freeport jangan meleset
Dia juga mengatakan investasi untuk proyek ini mencapai US$850 juta dengan kapasitas 100.000 ton. Pabrik tersebut, kata Luhut, akan menggunakan bahan baku katoda tembaga dari smelter milik PT Freeport Indonesia yang sedang dibangun di kawasan yang sama, yakni JIIPE Gresik.
Karena itu, Luhut juga meminta agar pembangunanĀ smelter FreeportĀ tidak meleset dari target pada 2024.
Luhut menjelaskan pabrik foil tembaga di Gresik akan menyerap 1.950 pekerja dengan komposisi 95 persen dari tenaga kerja lokal.Ā "Sebagian besar dari mereka akan dilatih di Cina selama tiga bulan sampai enam bulan. Itu perjanjian kami di Cina. Hal ini untuk memastikan transfer teknologi dalam hal pengoperasian bisa dimulai," kata dia.
Indonesia bisa jadi game changer
Keberadaan smelter FreeportĀ Indonesia di Gresik, katanya, dapat menjadi magnet bagi investor sektor otomotif. Dia mengatakan proposal investasi dari sebuah produsen mobil listrik terkemuka yang berminat membangun pabrik di Indonesia telah masuk dengan nilai investasi US$1,3 miliar.
Menurutnya, jika investasi itu terealisasi, maka bisa menjadi game changer dalam industri kendaraan ramah lingkungan Tanah Air. Alasannya adalah produk kendaraan listrik (EV) yang dihasilkan akan disesuaikan dengan pasar Indonesia.
Ā
Ā


















