Jakarta, FORTUNE — Laju inflasi kembali meningkat pada Juni 2026 seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan tarif angkutan udara selama musim libur sekolah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulanan mencapai 0,44 persen (month-to-month/mtm), sehingga inflasi sejak awal tahun (year-to-date/ytd) mencapai 1,79 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan pada Juni dengan tingkat inflasi mencapai 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.
Komoditas yang paling dominan berasal dari kenaikan harga bensin dengan andil 0,21 persen, diikuti tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen, serta oli mesin sebesar 0,01 persen.
"Inflasi bensin dipicu oleh kenaikan harga beberapa BBM nonsubsidi. Sementara kenaikan tarif angkutan udara didorong meningkatnya permintaan seiring periode liburan sekolah pada Juni ini," kata Ateng dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Rabu (1/7).
Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada awal Juni berdampak langsung terhadap biaya transportasi masyarakat. Di saat yang sama, meningkatnya mobilitas selama libur sekolah mendorong maskapai menaikkan tarif penerbangan sehingga turut memperbesar tekanan inflasi.
