Jokowi Sebut Ideologi Pancasila Buat Indonesia Dipercaya Dunia

Jakarta, FORTUNE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa fondasi ideologi Pancasila membuat Indonesia semakin dipercaya oleh masyarakat dunia.
“Berkat persatuan, berkat kerja keras dan gotong royong, bangsa ini berhasil menghadapi tantangan dan semakin dipercaya dunia. Semua itu fondasinya adalah ideologi Pancasila yang diwariskan presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Ideologi yang harus terus kita pegang teguh untuk memperkokoh kemajuan bangsa,” ujarnya seperti dikutip dari laman Setkab, Jumat (2/6).
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, kata Jokowi, menjadi kekuatan bagi Indonesia di tengah berbagai krisis yang melanda dunia saat ini. Indonesia adalah satu dari sedikit negara yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik serta menjaga inflasi, menumbuhkan investasi, dan meningkatkan lapangan kerja.
Dihormati dunia

Jokowi mengatakan Indonesia harus bisa sejajar dengan negara lain sekaligus bisa bekerja sama dengan bangsa mana pun demi menjembatani berbagai perbedaan yang ada di dunia. “Indonesia adalah negara yang tidak dapat didikte oleh siapa pun, yang tidak dapat didikte oleh negara mana pun. Namun, siap, selalu siap berkontribusi bagi dunia,” katanya.
Menurutnya, Pancasila membuat kepemimpinan Indonesia bisa diterima dan diakui dunia. Bukan sekadar slogan, namun hal ini sudah terbukti dengan keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan pertemuan-pertemuan internasional seperti konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 dan KTT ASEAN.
Fokus pada masa depan

Dalam amanatnya, Jokowi juga mengingatkan bahwa toleransi, persatuan, dan gotong-royong adalah kunci membangun bangsa yang kokoh. Ia ingin kekayaan alam negeri ini bermanfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat dan masyarakat di luar Jawa juga merasakan manfaat yang signifikan dari pembangunan yang dilakukan.
“Personel dalam pemerintah bisa berganti, tapi perjuangan tak boleh berhenti. Keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan adalah yang ingin kita wujudkan melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), hilirisasi industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujar Jokowi.
Dia mengajak khalayak luas untuk menolak ekstremisme, politisasi identitas, dan politisasi agama. Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat dapat memegang nilai-nilai Pancasila dengan teguh, dan memperjuangkan Indonesia maju, adil, dan sejahtera, serta dihormati masyarakat dunia.


















