Jakarta, FORTUNE – Tak bisa dimungkiri, teknologi berkembang dengan sangat pesat yang mencangkup dunia digital, big data, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Bahkan, lembaga riset dan konsultan Gartner Inc. mengungkapkan bahwa belanja teknologi informasi (TI) di seluruh dunia diperkirakan berjumlah US$5 triliun pada tahun 2024, meningkat sebesar 6,8 persen dari tahun 2023.
Data tersebut menyiratkan ada potensi bisnis yang besar dari teknologi ini. Hal itu tentu saja tak dilewatkan oleh salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia dengan peran strategisnya sebagai penyedia kelistrikan di Indonesia—Perusahaan Listrik Negara (PLN).
VP Digitalisasi Kelistrikan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Agus Trisusanto, mengatakan bahwa transformasi digital Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah dimulai pada saat Darmawan Prasodjo menjadi Wakil Direktur Utama PLN. Transformasi PLN juga terdapat 4 tujuan strategis, yakni: green, innovative, lean, dan customer focused.
“Pada aspek green, PLN mencoba menjadi lebih hijau dari sisi penyediaan sumber tenaga listriknya. Kemudian lean, membuat PLN menjadi lebih lincah, dalam arti mampu menjawab tantangan ke depan. Kemudian inovatif, menggunakan teknologi sebagai pendorong untuk pencapaian dari goals sebelumnya. Yang terakhir customer focused, bagaimana membuat PLN ini menjadi lebih best practice-nya bagi pelanggan,” ujar Agus saat menjadi pembicara pada Fortune Indonesia Summit (FIS) 2024 yang berlangsung di Tribrata, Jakarta, Kamis (7/3).