Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

OJK Peringatkan Risiko Konflik Geopolitik Venezuela

protes operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di New York, AS
protes operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di New York, AS (SWinxy, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Konflik geopolitik Venezuela berisiko, OJK minta LJK waspada terhadap dampaknya terhadap Indonesia.
  • Ekonomi global diprediksi akan tumbuh di bawah 3% pada tahun 2026, menandakan perlambatan tren ekonomi global pasca pandemi COVID-19.
  • Stabilitas sektor keuangan nasional masih terjaga dengan inflasi yang terkendali dan pertumbuhan kredit perbankan yang positif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar berharap lembaga jasa keuangan (LJK) mewaspadai risiko dampak dari konflik geopolitik di Venezuela

Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro terhadap Amerika Serikat (AS) dinilai menimbulkan eskalasi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, dampak tidak langsung dari konflik geopolitik ini terhadap Indonesia berupa pengaruh produksi dan harga minyak dunia serta harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia.

“Ini membuktikan bahwa kondisi stabilitas politik (bisa terganggu) yang disebabkan oleh pelanggaran kedaulatan dan wilayah suatu negara oleh negara lain. Dan ini dapat dilakukan tanpa sanksi yang setimpal,” kata Mahendra saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1).

Meski demikian, pihaknya menilai kondisi tersebut belum begitu berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Walaupun begitu, pihaknya terus mencermati perkembangan konflik geopolitik global dan mengantisipasi dampaknya terhadap sistem keuangan nasional.

“Jadi singkatnya, dalam jangka pendek belum terlihat dan terasa secara langsung, dalam jangka menengah panjang harus kita waspadai terus,” katanya.

Ekonomi global diprediksi tumbuh di bawah 3% pada 2026

Ekonomi Global
Ekonomi Global

Sementara itu, prospek ekonomi global pada 2026 juga diperkirakan masih melanjutkan tren perlambatan. Bahkan, lembaga-lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan berada di bawah rata-rata pra-pandemi atau di bawah 3 persen, seiring meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama.

“Pertumbuhan ekonomi dunia di 2026 ini tidak akan mencapai 3 persen, yang adalah berarti tingkat pertumbuhan terendah pasca pandemi COVID-19,” kata Mahendra.

Pria yang sempat menjabat Wakil Menteri Luar Negeri RI ini juga menyatakan, kondisi stabilitas sektor keuangan nasional masih terjaga stabil yang tercermin dari berbagai indikator ekonomi seperti inflasi hingga penyaluran kredit perbankan.

“Di tengah dinamika global itu, perekonomian domestik pada Desember 2025 mencatatkan inflasi inti yang meningkat, sektor manufaktur terpantau masih ekspansif, dan kinerja eksternal terjaga, dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus,” kata Mahendra. 

Mahendra menyebut stabilitas harga di Indonesia tetap terjaga di 2025. Tercatat, tingkat inflasi terkendali sebesar 2,92 persen (YoY) di Desember 2025. Di sisi lain, OJK juga mencatat pada November 2025 kredit perbankan tumbuh 7,74 persen (YoY) atau menjadi Rp8.315 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More

Discovery Kartika Plaza Hotel Dukung Pasar Murah Artha Graha Peduli 2026

09 Jan 2026, 18:22 WIBNews