Majalah FORTUNE Indonesia edisi September 2026 (dok. FORTUNE Indonesia)
Menutup edisi September 2026, rubrik The Cartographer memetakan kekuatan ekspor sejumlah negara pada semester I 2026. Cina masih menjadi eksportir terbesar dunia dengan nilai ekspor mencapai US$2,17 triliun, diikuti Amerika Serikat sebesar US$1,24 triliun dan Jerman US$932,4 miliar.
Infografis ini juga menunjukkan peran boom AI dalam mendorong perdagangan global, terutama produk elektronik dan teknologi. Negara seperti Taiwan dan Korea Selatan termasuk yang diuntungkan oleh tingginya permintaan semikonduktor. Sementara Indonesia berada dalam jajaran eksportir besar dengan komoditas unggulan berupa mesin dan produk elektrik.
Seluruh laporan tersebut memperlihatkan perjalanan panjang di balik sebuah produk, layanan, dan keputusan bisnis sebelum sampai ke pasar. Untuk mengetahui laporan dan wawancara lebih lengkap, baca majalah FORTUNE Indonesia edisi September 2026.
Dapatkan majalahnya hanya di sini: Majalah FORTUNE Indonesia edisi September 2026.
Apa tema Majalah FORTUNE Indonesia edisi September 2026? | Edisi September 2026 mengangkat tema The Long Journey To Market yang membahas perjalanan produk hingga sampai ke konsumen. |
Apa laporan utama FORTUNE Indonesia edisi September 2026? | Salah satu laporan utama membahas rantai pasok dan distribusi BBM Pertamina Patra Niaga serta strategi Cimory. |
Siapa narasumber The Conversation edisi September 2026? | Rubrik The Conversation menghadirkan Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia. |
Apa yang dibahas dalam rubrik The Brief? | Salah satu pembahasannya mengulas Kevin Warsh, rekam jejaknya di Federal Reserve, serta pandangannya mengenai kebijakan moneter dan ekonomi AS. |
Apa isi rubrik Luxury edisi September 2026? | Rubrik Luxury membahas perkembangan wine cellar modern serta teknologi penyimpanan dari EuroCave, Miele, dan Gaggenau. |