Menko Airlangga Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini 5,3%

- Menko Airlangga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3% pada 2026, dengan kuartal I diperkirakan tumbuh sekitar 5,5%.
- Perekonomian dinilai kuat berkat inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan 70 bulan berturut-turut, serta sektor manufaktur dan perbankan yang solid.
- Indikator sosial membaik dengan kemiskinan turun ke 8,25%, pengangguran 4,7%, rasio gini 0,363, serta investasi 2025 menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru.
Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada di atas 5,3 persen. Sejalan dengan optimisme tersebut, ia juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5 persen pada kuartal I 2026.
Menurutnya, perekonomian Indonesia memasuki kuartal II tahun 2026 juga dalam posisi yang kuat. Hal ini tercermin dari inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan yang berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.
Sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi dengan indeks 50,1, sementara cadangan devisa tetap kuat sebesar US$148,2 miliar. Sedangkan sektor perbankan nasional dinilai tetap solid dengan rasio permodalan yang kuat dan risiko kredit yang terkendali.
Dari sektor eksternal sendiri, kenaikan ekspor komiditas unggulan seperti batu bara, karet, nikel, tembaga, dan aluminium yang mencapai US$47 miliar memberikan natural hedging terhadap tekanan dari sektor minyak dan gas.
Sementara dari sisi fiskal, APBN berfungsi sebagai bantalan ekonomi melalui penyaluran bantuan pangan, diskon transportasi, subsidi bahan bakar, dan kompensasi senilai sekitar Rp11,92 triliun.
“Defisit APBN tetap terjaga rendah di level 0,93 persen terhadap PDB per Maret 2026,” katanya dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa (14/4).
Di samping itu, beberapa indikator sosial ekonomi juga menunjukkan tren perbaikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,25 persen. Tingkat pengangguran menurun menjadi 4,7 persen serta rasio gini menurun menjadi 0,363. Airlangga menilai bahwa peningkatan kualitas pertumbuhan didukung realisasi investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan.
Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi tercatat berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru.
Pada 2025 sendiri, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen. Ketahanan Indonesia ditopang ekonomi domestik yang kuat, didukung oleh sektor konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah. Sektor konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi 54 persen terhadap PDB.



















