Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelni Bangun Tiga Kapal Baru, Mulai Berlayar pada 2029
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan potongan harga tiket kelas ekonomi sebesar 30 persen bagi masyarakat yang menggunakan jasa angkutannya pada periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 untuk meningkatkan mobilitas masyarakat selama musim libur sekolah serta mendukung sektor pariwisata dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
  • PELNI membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun untuk menggantikan armada berusia lebih dari 40 tahun, dengan target mulai beroperasi bertahap pada 2029.
  • Pendanaan proyek berasal dari PMN sebesar Rp4 triliun dan dana internal Rp500 miliar, sebagai bagian dari percepatan program regenerasi armada nasional.
  • Pembangunan kapal dimulai 2027 hingga 2029 dengan penyelesaian penuh pada 2030, sementara PELNI juga mengkaji penambahan armada baru melalui pendanaan internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembangunan tiga kapal baru oleh PELNI mencerminkan langkah nyata dalam memperkuat layanan transportasi laut nasional melalui regenerasi armada yang telah berusia panjang. Dukungan besar dari PMN dan dana internal menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah dan perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional, meningkatkan keandalan pelayanan, serta memastikan keberlanjutan konektivitas antarpulau di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) mempercepat program regenerasi armadanya dengan membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun. Kapal-kapal tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2029 untuk menggantikan armada yang telah berusia lebih dari empat dekade.

Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, mengatakan proyek pengadaan tiga kapal baru tersebut didukung oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun dan dana internal perusahaan Rp500 miliar.

Menurutnya, pembaruan armada menjadi kebutuhan mendesak mengingat sebagian besar kapal yang saat ini dioperasikan PELNI telah berusia lanjut. Meskipun masih memenuhi standar kelaikan operasi, usia berpotensi memicu berbagai kendala teknis dan menurunkan efisiensi operasional.

“Kami menargetkan tahun ini proses pengadaan kapal penumpang baru terus berjalan,” kata Budi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR yang disiarkan secara virtual, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, pembangunan kapal baru membutuhkan waktu cukup panjang, mulai dari penyusunan desain hingga proses konstruksi dan penyelesaian akhir.

Saat ini proyek telah memasuki tahap pembahasan kontrak dan desain kapal.

Berdasarkan jadwal yang dipaparkan perusahaan, pembangunan fisik kapal pertama akan dimulai pada Juni 2027 dan berlangsung hingga Oktober 2028. Setelah diluncurkan pada Oktober 2028, kapal tersebut akan memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum diserahkan kepada PELNI pada Juli 2029.

Sementara itu, pembangunan kapal kedua dijadwalkan dimulai pada November 2027 dan selesai pada Maret 2029.

Kapal ketiga akan dibangun mulai April 2028 hingga Agustus 2029.

Secara keseluruhan, program pengadaan tiga kapal ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2030.

“Pengadaan kapal baru memang membutuhkan waktu hampir tiga tahun,” kata Bud.

Selain mengandalkan proyek yang didanai PMN, PELNI juga berencana menambah armada baru menggunakan pendanaan internal perusahaan. Saat ini perseroan tengah melakukan kajian terhadap wilayah dan rute yang membutuhkan tambahan kapasitas layanan.

Editorial Team

Related Article