Jakarta, FORTUNE – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) mempercepat program regenerasi armadanya dengan membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun. Kapal-kapal tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2029 untuk menggantikan armada yang telah berusia lebih dari empat dekade.
Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, mengatakan proyek pengadaan tiga kapal baru tersebut didukung oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun dan dana internal perusahaan Rp500 miliar.
Menurutnya, pembaruan armada menjadi kebutuhan mendesak mengingat sebagian besar kapal yang saat ini dioperasikan PELNI telah berusia lanjut. Meskipun masih memenuhi standar kelaikan operasi, usia berpotensi memicu berbagai kendala teknis dan menurunkan efisiensi operasional.
“Kami menargetkan tahun ini proses pengadaan kapal penumpang baru terus berjalan,” kata Budi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR yang disiarkan secara virtual, Rabu (24/6).
Ia menjelaskan, pembangunan kapal baru membutuhkan waktu cukup panjang, mulai dari penyusunan desain hingga proses konstruksi dan penyelesaian akhir.
Saat ini proyek telah memasuki tahap pembahasan kontrak dan desain kapal.
Berdasarkan jadwal yang dipaparkan perusahaan, pembangunan fisik kapal pertama akan dimulai pada Juni 2027 dan berlangsung hingga Oktober 2028. Setelah diluncurkan pada Oktober 2028, kapal tersebut akan memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum diserahkan kepada PELNI pada Juli 2029.
Sementara itu, pembangunan kapal kedua dijadwalkan dimulai pada November 2027 dan selesai pada Maret 2029.
Kapal ketiga akan dibangun mulai April 2028 hingga Agustus 2029.
Secara keseluruhan, program pengadaan tiga kapal ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2030.
“Pengadaan kapal baru memang membutuhkan waktu hampir tiga tahun,” kata Bud.
Selain mengandalkan proyek yang didanai PMN, PELNI juga berencana menambah armada baru menggunakan pendanaan internal perusahaan. Saat ini perseroan tengah melakukan kajian terhadap wilayah dan rute yang membutuhkan tambahan kapasitas layanan.
