Pemerintah Tekankan Tak Akan Beri Stimulus Bagi BBM Nonsubsidi

- Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan stimulus bagi BBM nonsubsidi dan memastikan harga BBM subsidi tetap tidak naik di tengah tekanan geopolitik global.
- Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 18 April 2026 sesuai ketentuan Kepmen ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat mampu agar tidak beralih menggunakan BBM subsidi demi menjaga keadilan bagi penerima yang berhak.
Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan stimulus bagi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, di tengah tekanan geopolitik dunia.Â
Menurutnya, BBM non-subsidi ditujukan kepada masyarakat mampu. Di samping itu, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi. Â
“Mereka itu sudah menikmati terlalu banyak, mungkin kuartil desil 8,9,10 itu menikmati cukup besar, hampir 30 persen subsidi yang kita kasih. Jadi kalau mampu itu harus bayar sedikit gak apa-apa karena mereka mampu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).
Sebagai konteks, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah BBM non subsidi mulai 18 April 2026. Di lokasi DKI Jakarta, Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan menjadi Rp19.400 per liter, naik dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Sementara itu, Dexlite mengalami peningkatan harga, menjadi Rp23.600 per liter atau naik dari Rp14.200 per liter. Sedangkan, Pertamina Dex mengalami kenaikan harga menjadi Rp23.900 per liter, dari Rp14.500 per liter.
Terdapat beberapa jenis BBM yang tidak mengalami perubahan harga, yakni Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertalite, dan Solar subsidi.
Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga telah sesuai dengan ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Kenaikan BBM nonsubsidi mempertimbangkan kondisi global, mulai dari pergerakan harga minyak internasional, hingga kurs rupiah terhadap dolar AS.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dikutip Selasa (21/4).
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghimbau kepada masyarakat mampu untuk tidak beralih ke BBM subsidi karena adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.
"Itu namanya kita mengambil hak saudara kita yang berhak menerima, apa gak malu kita?," ujar Bahlil, dikutip Selasa (21/4).


















