Jakarta, FORTUNE - Kementerian Keuangan membeberkan progress pengalihan hutang Whoosh dari Danantara ke pemerintah. mengatakan bahwa pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia ke pemerintah masih dalam tahap finalisasi. Proses ini mundur dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya yakni 15 September 2026.
Sebagai konteks PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) adalah perusahaan patungan atau konsorsium badan usaha milik negara Indonesia yang memegang 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
“Skema telah ditetapkan, telah dibahas secara detail dan tentunya ini sesuai dengan harapan tidak dengan melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI,” ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Evita Manthovani dalam konferensi pers APBN KiTa Agustus 2026, Jumat (18/9).
Evita mengatakan bahwa Kemenkeu perlu melakukan pemetaan beberapa aspek antara lain finansial, aspek bisnis, operasional dan tentu hukumnya agar pengalihan nanti berjalan dengan terencana tepat dan juga bisa operasional.
Dengan demikian, due dilligence dilakukan oleh Kementerian Keuangan serta evaluasi nilai saham terhsdap saham PSBI yang dialihkan. Pemerintah juga menyiapkan Peraturan Presiden secara paralel.
Di samping itu, Kemenkeu juga secara aktif melakukan koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara agar pengalihan saham berjalan secara lancar.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan juga mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan melibatkan spesial mission vehicle (SMV) yakni Indonesia Investment Authority (INA) dan Sarana Multi Infrastruktrur (SMI) untuk menyelesaikan utang Whoosh.
Restrukturisasi menyebabkan pembayaran utang dilakukan secara bertahap hingga 80 tahun. Alhasil, beban pembayaran tahunan dinilai masih dapat dikelola.
Beban kerugian Whoosh yang diperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus membengkak. Berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk 6 bulan pertama 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PBSI) yang merupakan konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham langsung KCIC mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun.
Layanan Whoosh sendiri mulai dibuka ke publik pada Oktober 2023. Layanan ini memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 45 menit dari sebelumnya tiga jam.
Di sisi lain, proyek senilai US$7,3 miliar juga meninggalkan masalah hutang. Sebanyak 75 persen biaya berasal dari pinjaman China Development Bank dengan bunga awal 2 persen.
Sisanya berasal dari kontribusi modal pemegang saham konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.
