Jakarta, FORTUNE - Upaya PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi minyak di Blok Rokan, Riau, usai alih kelola dari PT Chevron Pasific Indonesia membutuhkan dana jumbo. Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Jaffee A. Suardin, mengatakan pengeboran tiap sumur di blok tersebut bisa memakan biaya US$600 ribu hingga US$2 juta bergantung pada kedalamannya.
Ongkos tersebut mencakup seluruh operasional pengeboran mulai dari pengadaan fasilitas hingga pengolahan lahan. Meski biaya yang dibutuhkan cukup besar, tahun ini Pertamina Hulu Rokan telah berhasil melakukan pengeboran di 376 titik. Keberhasilan itu, menurut Jaffee, tak lepas dari kontribusi jajaran Grup Pertamina hingga pemerintah dari segi pendanaan. "Ini luar biasa 'support' dari Pertamina dan pemerintah untuk investasi besar dalam menambah produksi migas," ujar Jaffee seperti dilansir Antara, Senin (8/8).
Jaffee juga memastikan akan memaksimalkan minyak dari sumur-sumur baru maupun yang telah ada untuk mengejar target produksi. Pertamina Hulu Rokan membidik pengeboran 500 titik sumur sepanjang tahun ini.
Pengeboran sumur baru di wilayah kelolaan Pertamina Hulu Rokan ini mencakup tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hulur, Kampar, Kota Pekan Baru, serta Dumai.