Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pos Indonesia Tunjuk Iskandar Kunaefi Jadi Dirut Baru
Logo Pos Indonesia di Pos Bloc, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • PT Pos Indonesia menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama baru menggantikan Daud Joseph yang mengundurkan diri pada 2 Juli 2026.
  • Perusahaan juga memisahkan jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi dua posisi, dengan Rosmanidar Zulkifli dan Fathul Anwar menempati peran masing-masing.
  • Keputusan perubahan direksi ditetapkan oleh BP BUMN dan Danantara Indonesia pada 15 Juli 2026, dengan masa jabatan berlaku hingga RUPS Tahunan kelima.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Pos Indonesia (Persero) melakukan penyegaran di jajaran direksi dengan menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama yang baru. Penetapan tersebut dilakukan menyusul pengunduran diri Daud Joseph dari posisi orang nomor satu di perusahaan pelat merah itu.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7), perubahan susunan direksi diputuskan oleh para pemegang saham, yakni Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia.

Dalam keputusan tersebut, para pemegang saham mengesahkan pemberhentian Daud Joseph setelah ia mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Pos Indonesia pada 2 Juli 2026.

"Mengangkat M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama," demikian ditulis dalam pengumuman perusahaan.

Tak hanya mengganti pucuk pimpinan, Pos Indonesia juga melakukan penyesuaian struktur organisasi di tingkat direksi. Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang sebelumnya digabung kini dipisahkan menjadi dua posisi berbeda, yakni Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko.

Sejalan dengan perubahan tersebut, Rosmanidar Zulkifli ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko. Sementara itu, Fathul Anwar yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko kini mengemban tugas sebagai Direktur Keuangan.

Perubahan susunan direksi tersebut tertuang dalam Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia Nomor 343 Tahun 2026 dan Nomor SK.120/DI-DAM/DO/2026 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Pos Indonesia (Persero).

Keputusan itu ditandatangani oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur PT Danantara Asset Management Riko Banardi pada 15 Juli 2026.

Dalam beleid tersebut juga ditegaskan bahwa masa jabatan anggota direksi yang baru diangkat berlaku hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan kelima sejak keputusan ditetapkan. Meski demikian, para pemegang saham tetap memiliki kewenangan untuk memberhentikan direksi sewaktu-waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

"Masa jabatan anggota-anggota direksi yang diangkat, paling lama sampai dengan penutupan RUPS Tahunan ke-5 sejak ditetapkannya keputusan ini, tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu," demikian isi keputusan tersebut.

Penunjukan M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia langsung menyedot perhatian publik. Namanya ramai dicari setelah dipercaya memimpin perusahaan pelat merah yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pembentukan holding logistik BUMN.

Meski kini menduduki posisi strategis di Pos Indonesia sejak 15 Juli 2026, informasi mengenai rekam jejak Iskandar Kunaefi masih relatif terbatas.

Mengutip berbagai sumber, Iskandar Kunaefi memiliki pengalaman di berbagai sektor sebelum dipercaya memimpin PT Pos Indonesia. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat hingga memutuskan mengakhiri masa tugasnya pada 2024.

Kariernya juga mencakup perusahaan milik pemerintah daerah. Pada 2020, Iskandar diketahui menempati beberapa posisi penting di PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk sebagai anggota Komite Pemantau Risiko.

Dari sisi latar belakang keluarga, Iskandar merupakan putra mantan Gubernur Jawa Barat, Aang Kunaefi, yang memimpin provinsi tersebut pada periode 1975–1985. Selain itu, arsip foto yang dipublikasikan Antara pada 2008 menunjukkan bahwa ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Nestlé Indofood Citarasa Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article