Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Prabowo ke Rusia, Bahas Energi dan Kerja Sama Strategis
Presiden Rusia, Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremil, Rabu (10/12/2025) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan bertemu Vladimir Putin pada 13 April 2026.

  • Pertemuan bilateral difokuskan pada penguatan kerja sama energi dan isu strategis global.

  • Hubungan ekonomi Indonesia–Rusia mencatat perdagangan hampir 5 miliar dolar AS pada 2025.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Presiden Prabowo Subianto tiba di Moskow, Federasi Rusia, pada Senin (13/4) pukul 07.45 waktu setempat untuk menjalani kunjungan kerja dan bertemu Presiden Vladimir Putin.

Agenda utama kunjungan ini mencakup pertemuan empat mata yang difokuskan pada penguatan kerja sama strategis, khususnya di sektor energi.

Kedatangan Presiden Prabowo menandai langkah lanjutan diplomasi Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika global. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki urgensi tinggi dalam konteks geopolitik saat ini.

“Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” ujar Teddy dalam keterangannya, dikutip Senin (13/4).

Agenda utama: pertemuan empat mata dan isu strategis

Selama berada di Moskow, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut dilakukan dalam format empat mata untuk membahas sejumlah isu prioritas kedua negara.

“Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya,” jelas Teddy.

Pertemuan ini diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis, terutama pada sektor energi dan bidang prioritas lainnya. Dalam agenda tersebut, pemerintah menempatkan isu ketahanan energi sebagai salah satu fokus utama.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujarnya.

Selain energi, kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik global.

“Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global,” pungkas Teddy.

Diplomasi aktif di tengah dinamika global

Kunjungan ini mencerminkan pendekatan diplomasi aktif Indonesia dalam membangun kemitraan internasional.

Pemerintah memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas ekonomi global sekaligus memperluas peluang kerja sama lintas sektor.

Presiden Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Minggu (12/4) pukul 23.10 WIB dan menempuh perjalanan sekitar 12 jam penerbangan nonstop.

Dalam lawatan ini, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Setibanya di Bandara Vnukovo-2, Moskow, Presiden disambut oleh sejumlah pejabat Rusia, termasuk Deputy Foreign Minister Andrey Rudenko dan Director of State Protocol Department Igor Bogdashev, serta perwakilan Indonesia di Rusia.

Rekam jejak kerja sama energi dan ekonomi

Kerja sama Indonesia–Rusia sebelumnya telah mencakup berbagai sektor, dengan energi menjadi salah satu fokus utama.

Dalam beberapa pertemuan terdahulu, kedua negara telah menjajaki kolaborasi di bidang energi baru dan terbarukan hingga pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyampaikan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama energi dengan Indonesia.

“Kami siap menambah pasokan minyak dan gas alam cair ke Indonesia. Kami juga ingin ikut serta dalam proyek-proyek baru di lepas pantai Indonesia, serta modernisasi infrastruktur untuk meningkatkan produksi minyak dari ladang tua,” ujar Putin, Kamis (19/6/2025), dilansir Fortune.

Selain energi fosil, Rusia juga membuka peluang kerja sama di sektor teknologi dan energi nuklir damai.

“Kami terbuka untuk kerja sama dengan Indonesia pada bidang nuklir damai, termasuk di sektor kesehatan, pertanian, dan pelatihan staf,” ujarnya.

Dilansir Fortune, dari sisi hubungan ekonomi, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia tercatat mencapai hampir 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp85,7 triliun pada 2025.

Angka tersebut mencerminkan peningkatan interaksi ekonomi, meskipun kedua negara masih melihat potensi ekspansi lebih lanjut melalui diversifikasi sektor dan proyek investasi.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Moskow juga menjadi bagian dari rangkaian interaksi bilateral sebelumnya.

Lawatan ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya setelah kunjungan kedua Presiden di Moskow pada 10 Desember 2025, dan kunjungan pertama di Saint Petersburg pada 18–20 Juni 2025.

FAQ seputar Prabowo ke Rusia

Kapan Presiden Prabowo tiba di Moskow?

Presiden Prabowo tiba pada Senin, 13 April 2026 pukul 07.45 waktu setempat.

Apa agenda utama kunjungan ke Rusia?

Agenda utama adalah pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas kerja sama strategis.

Sektor apa yang menjadi fokus pembahasan?

Sektor energi menjadi fokus utama, termasuk pasokan minyak dan kerja sama energi lainnya.

Editorial Team