Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Prabowo Minta RoA Danantara Tembus 5 Persen
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
  • Menurut Prabowo, standar RoA perusahaan sehat 10 hingga 15 persen.

  • Saat ini RoA Danantara baru sekitar 5 persen dari total aset BUMN senilai US$1 triliun.

  • Prabowo mengapresiasi peningkatan RoA lebih dari 300 persen pada 2025.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto menargetkan tingkat pengembalian aset atau return on asset (RoA) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dapat mencapai minimal 5 persen.

Dia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Tasyakuran 1 Tahun Danantara pada Rabu (11/3). Ia menilai target RoA menjadi ukuran penting memastikan pengelolaan aset negara melalui badan investasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

Menurut Prabowo, perusahaan yang baik seharusnya mampu menghasilkan RoA minimal 10 persen. Jika kinerjanya lebih kuat, angka tersebut bahkan bisa mencapai 12 persen hingga 15 persen.

“Kita harus memiliki target yang bagus, yaitu 10 persen,” kata dia sebagaimana dikutip dari siaran virtual, Rabu (11/3).

Meski demikian, ia memahami bahwa target tersebut belum tentu bisa dicapai dalam waktu singkat, terutama pada tahun-tahun awal operasionalisasinya.

Saat ini, Prabowo menyebut RoA Danantara baru berkisar 5 persen. Angka tersebut masih dianggap jauh dari sasaran yang diharapkan pemerintah, mengingat besarnya aset badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan lembaga tersebut.

Ia menjelaskan, total aset BUMN yang dikelola mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara dengan US$1 triliun. Dengan skala aset sebesar itu, Danantara diharapkan mampu memberikan pengembalian yang signifikan kepada negara.

“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara US$50 miliar tiap tahun. US$50 miliar itu sekitar Rp800 triliun,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo mengingatkan jajaran pimpinan Danantara agar terus meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara. Ia menilai potensi yang dimiliki masih sangat besar untuk dioptimalkan.

“Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati dan di jiwa,” kata Prabowo.

Meski target masih jauh, Prabowo mengaku cukup puas dengan perkembangan kinerja Danantara sepanjang 2025. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat RoA badan investasi tersebut telah meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya dapat laporan, saya cukup gembira. Return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen,” ujarnya.

Menurut Prabowo, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa pembentukan Danantara merupakan langkah tepat untuk memperbaiki tata kelola aset BUMN melalui satu kendali manajemen yang terintegrasi.

Ia menilai pengelolaan perusahaan negara akan sulit dioptimalisasi jika terlalu banyak entitas yang berdiri sendiri tanpa koordinasi manajemen yang kuat.

“Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, tapi lebih dari 1.000 perusahaan. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia satu manajemen bisa mengelola 1.000 entitas,” katanya.

Editorial Team