Prabowo Resmikan Jalan Daerah 1.151 Km Senilai Rp5,4 T

- Presiden Prabowo meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 km di 37 provinsi senilai Rp5,41 triliun sebagai bagian dari Inpres Jalan Daerah 2025 untuk memperkuat konektivitas nasional.
- Prabowo menegaskan pentingnya infrastruktur jalan dalam menekan biaya logistik, mengurangi kesenjangan wilayah, serta mendukung swasembada pangan dan energi melalui distribusi yang lebih efisien.
- Pemerintah pusat dan daerah diminta memanfaatkan infrastruktur secara optimal, dengan fokus peningkatan konektivitas hingga pedesaan agar mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi makin merata.
Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi dengan nilai investasi Rp5,41 triliun. Peresmian yang digelar di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/6), itu menjadi tonggak pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu fondasi penting dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus mempercepat aktivitas perekonomian masyarakat.
"Kita bertekad tidak boleh ada daerah tertinggal karena akses terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita," ujarnya seperti disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6).
Menurut Prabowo, jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian karena menjadi jalur distribusi berbagai komoditas, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan hingga produk-produk masyarakat menuju pasar, pusat distribusi, maupun kawasan industri.
Ia menilai kebutuhan tersebut makin penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas. Infrastruktur jalan yang memadai diyakini mampu menekan biaya distribusi barang dan jasa serta mendukung agenda strategis pemerintah, termasuk mewujudkan swasembada pangan dan energi.
"Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi juga tidak hanya soal energi. Semua itu membutuhkan jaringan distribusi yang lancar dan baik," kata Prabowo.
Presiden juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun secara optimal. Menurutnya, pemerintah pusat akan terus melanjutkan pembangunan konektivitas hingga menjangkau wilayah pedesaan.
"Dalam tahun-tahun yang akan datang, kita akan tingkatkan pembangunan di seluruh daerah sampai ke desa-desa," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan realisasi Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 telah mencapai 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi. Satu-satunya provinsi yang tidak mengajukan usulan dalam program tersebut adalah Jakarta.
Menurut Dody, proyek tersebut difokuskan meningkatkan konektivitas antara kawasan produksi, pasar, jalan nasional, kawasan permukiman, hingga pusat pelayanan masyarakat.
Sebagai contoh implementasi program, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan ruas Kedundung–Bringkuning sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar jalan tujuh meter dan nilai pekerjaan sekitar Rp14 miliar.
Pembangunan jalan daerah dirancang menunjang mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian. Sesuai arahan Presiden, jalan yang dibangun juga harus memiliki kapasitas yang memadai sehingga kendaraan dari dua arah dapat berpapasan dengan aman.
Melalui Program Inpres Jalan Daerah 2025, pemerintah berharap tingkat kemantapan jalan daerah terus meningkat sehingga mobilitas barang dan orang menjadi lebih efisien. Dengan akses yang makin baik, pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan infrastruktur diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan merata.

















