Pemerintah tidak hanya menyiapkan rekening untuk kebutuhan transaksi masyarakat. Airlangga menyebut rekening tersebut dapat digunakan sebagai kanal penyaluran bantuan sosial secara tunai.
“Yang kedua gateway system-nya jadi menggunakan QRIS. Ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin. Lebih tinggi dari yang sudah kita capai. Tentu ke depannya berbagai program, nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut,” tutur Airlangga.
Pemerintah mencatat tingkat inklusi keuangan mencapai 93,62 persen, sedangkan literasi keuangan berada di 63,57 persen berdasarkan survei OJK dan BPS. Rencana rekening massal tersebut dibahas sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan layanan keuangan formal.
Selanjutnya, pemerintah masih menyiapkan aspek teknis dan regulasi sebelum program rekening otomatis tersebut dijalankan. Salah satunya adalah integrasi data kependudukan, perbankan, dan sistem pembayaran QRIS.
Siapa yang menyiapkan rekening otomatis untuk warga? | Pemerintah menggandeng BRI dan BSI untuk menyiapkan rekening tersebut. |
Kapan warga akan mendapat rekening? | Skema awal diarahkan bagi warga yang memasuki usia 17 tahun bersamaan dengan penerbitan KTP. |
Berapa saldo awal rekening tersebut? | Pemerintah menyiapkan saldo awal sebesar Rp50 ribu. |
Apakah rekening akan terhubung dengan QRIS? | Ya, pemerintah menyiapkan integrasi rekening dengan sistem pembayaran QRIS milik BI. |