Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Puncak Arus Mudik–Balik Alami Kemacetan, Ini Data dari Jalan Tol
Kendaraan pemudik melaju dua jalur satu arah di Tol Trans Jawa ruas Semarang-Solo KM 428 A dan B, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
  • Puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada 18 Maret dengan volume sekitar 270 ribu kendaraan, terutama padat di Tol MBZ dan Cipali, namun kecepatan rata-rata masih di atas standar.
  • Arus balik mencapai puncak pada 24–26 Maret dengan kebijakan one way dari KM 72 Cipali hingga GT Kalikangkung; kecepatan rata-rata tercatat 83,7 km/jam meski sempat padat di beberapa titik.
  • Data Jasa Marga menunjukkan waktu tempuh terpadat rute Cawang–Banyumanik mencapai 5 jam 46 menit saat mudik, sedangkan ruas Tol Layang MBZ paling padat dini hari dengan durasi hampir tiga jam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Kemacetan sempat mewarnai arus mudik dan balik Lebaran 2026. Bahkan, ada beberapa laporan perjalanan dari pemudik yang mengalami kemacetan di beberapa ruas tol, terutama di tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Pemerintah dan operator jalan tol pun buka suara, memaparkan data resmi untuk menjelaskan kondisi di lapangan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar, mengakui lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik dan balik memang signifikan. Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026, dengan volume lalu lintas mencapai sekitar 270.000 kendaraan—tertinggi selama periode Lebaran.

“Kepadatan memang terjadi, terutama di ruas MBZ dan tol Cipali (Cikopo-Palimanan), khususnya di rest area KM 166. Tapi secara rata-rata selama 24 jam, kecepatan kendaraan masih 73,8 kilometer per jam, atau di atas standar pelayanan minimum (SPM) 60 kilometer per jam,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4).

Sementara itu, pada arus balik, puncak terjadi pada 24–26 Maret 2026.

Pada 24 Maret, kebijakan one way diterapkan dari KM 72 Cipali hingga Gerbang Tol (GT) Kalikangkung. Meski sempat terjadi kepadatan di KM 188 hingga KM 162, kecepatan rata-rata kendaraan justru tercatat lebih tinggi, yakni 83,7 km per jam, dengan volume kendaraan sekitar 258.000.

Roy juga menjelaskan bahwa pada 25 Maret sistem one way dihentikan, lalu kepadatan kembali meningkat pada 26 Maret. Meski volume kendaraan lebih rendah, sekitar 190.000, kecepatan rata-rata tetap berada di atas standar.

“Memang ada yang mengalami kemacetan, tapi laporan perjalanan lancar juga banyak kami terima,” katanya.

Dari sisi operator, Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri Wiyanti, memaparkan data waktu tempuh rerata kendaraan yang lebih terperinci. Pada puncak arus mudik 18 Maret 2026, waktu tempuh dari GT Cawang hingga GT Banyumanik tercatat mencapai 5 jam 46 menit, khususnya pada rentang pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Sedangkan pada arus balik H+3 Lebaran atau 24 Maret 2026, waktu tempuh tercatat lebih singkat, yakni 5 jam 12 menit.

Jasa Marga juga mengolah data berbasis transaksi kartu tol. Hasilnya, perjalanan dari GT Kalikangkung ke GT Cikampek Utama (dan sebaliknya) rata-rata memakan waktu 7,4 jam, dengan median 6,6 jam. Data ini dinilai konsisten dengan hasil pemantauan radar lalu lintas.

Untuk ruas tol layang MBZ, waktu tempuh terpadat terjadi pada dini hari (00.00–06.00), yakni 2 jam 56 menit. Perinciannya, segmen Cikunir–Rest Area 57 memakan waktu 2 jam 42 menit, sementara Rest Area 57A hingga Cikampek hanya 14 menit.

 

Editorial Team