Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI, Anggoro Eko Cahyo. (dok. Tangkapan layar Zoom)
  • BSI akan menerbitkan maksimal 6,8 miliar saham Seri B melalui right issue berdasarkan kesepakatan RUPSLB.

  • Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat modal dan meningkatkan porsi free float BSI yang saat ini sekitar 9,9 persen.

  • BSI memproyeksikan kebutuhan modal dan CAR meningkat untuk mendukung target masuk kelompok KBMI 4.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (6/11)

Pemegang saham menyepakati aksi korporasi right issue dalam RUPSLB. Anggoro Eko Cahyo menyampaikan tujuan penguatan modal dan peningkatan free float BSI.

2026

Kebutuhan permodalan BSI diproyeksikan sebesar Rp51,07 triliun. CAR diproyeksikan berada di 20,38 persen.

2027

Kebutuhan permodalan BSI diproyeksikan meningkat menjadi Rp64,41 triliun. CAR diproyeksikan naik menjadi 23,31 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BSI akan melaksanakan right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B.
  • Who?
    PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.
  • Where?
    Pelaksanaan aksi korporasi berkaitan dengan pasar modal Indonesia, sementara lokasi pelaksanaannya masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • When?
    Kesepakatan right issue digelar dalam RUPSLB pada Jumat (6/11).
  • Why?
    Untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan free float, memperluas kapasitas pembiayaan, dan mendukung target masuk kelompok KBMI 4.
  • How?
    BSI menambah modal melalui pemberian hak memesan efek terlebih dahulu II atau right issue penerbitan saham Seri B.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BSI mau menambah modal dengan menjual saham baru lewat right issue. Hal ini disepakati pemegang saham dalam rapat. Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI, berkata uang tambahan itu untuk membuat modal bank lebih kuat dan membantu BSI berkembang. BSI juga ingin masuk kelompok KBMI 4.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana right issue memberi BSI ruang untuk memperkuat capital buffer, memperluas kapasitas pembiayaan, dan menjaga ketahanan usaha. Peningkatan free float juga dapat memperluas basis investor, termasuk investor institusi dan global. Langkah ini mendukung proyeksi kenaikan CAR serta target BSI untuk masuk kelompok KBMI 4.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II atau right issue penerbitan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B.

Aksi korporasi tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (6/11).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan right issue dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float), sehingga fundamental perusahan semakin solid.

Saat ini, porsi free float BSI sekitar 9,9 persen. Menurutnya peningkatan kepemilikan saham publik dapat memperluas basis investor BSI, terutama bagi investor institusi dan global yang menjadikan tingkat free float sebagai salah satu pertimbangan dalam keputusan investasi sekaligus meningkatkan daya tarik saham perseroan di pasar modal serta membuka peluang posisi BSI untuk memenuhi kriteria konstituen indeks saham global.

"Kami berharap rights issue ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia sekaligus mendorong masuknya aliran investasi portofolio asing," ujar Anggoro dalam keterangannya, Jumat (6/11).

Sejalan dengan itu, BSI melakukan aksi korporasi tersebut untuk menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik. Menurut Anggoro, penguatan permodalan menjadi semakin penting bagi keberlanjutan bisnis perbankan. Berbagai tantangan ekonomi menuntut bank memiliki struktur permodalan yang kuat untuk menjaga ketahanan usaha sekaligus mempertahankan kapasitas pertumbuhan.

"Melalui tambahan modal, kami ingin memastikan BSI memiliki capital buffer yang memadai untuk menjaga resiliensi, memperluas kapasitas pembiayaan, serta mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan," ujarnya.

Bank syariah plat merah ini menargetkan masuk ke kelompok KBMI 4. BSI memperoyeksikan kebutuhan permodalan meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen. Jika target KBMI 4 tercapai, BSI akan menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang masuk dalam kelompok tersebut, menandai perkembangan industri perbankan syariah nasional.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article