Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga Usai Muntahkan Lava Pijar

Jakarta, FORTUNE – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Badan Geologi Kementerian ESDM, masih menetapkan status level III atau Siaga pada Gunung Merapi pada Senin (13/3) dini hari.Â
BPPTKG mencatat, pada Senin pukul 00.00-06.00 telah terjadi 30 kali guguran lava pijar dari Gunung Merapi, dengan jarak luncuran maksimal 1.100 meter ke arah barat.
“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," tulis BPPTKG dalam keterangan resmi.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilo meter (km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, diperkirakan bisa menjangkau radius 3 km dari puncak. "Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tulis BPPTKG.
Tetap waspada

Sebelumnya, Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan intensitas awan panas yang tertinggi terjadi pada awal erupsi pertama, Sabtu (11/3), namun berangsur menurun.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada, mengingat ada potensi bahaya dari kubah lava tengah dan kubah lava sisi barat daya Merapi yang terus mengalami pertumbuhan.
Selain itu, ada deformasi atau perubahan bentuk pada permukaan tubuh gunung di sisi barat laut Merapi yang terpantau selama dua tahun terakhir. “Ini sesuatu yang unik, selain unik juga berpotensi bahaya sehingga perlu kami sampaikan,” kata Agus. “Besarnya (deformasi) 15 meter ini yang menjadi perhatian kami. Kami khawatir bahwa tebing dari puncak sebelah barat laut ini menjadi tidak stabil dan longsor.”
Bagi warga di sekitar Gunung Merapi, baik di sisi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta maupun di sisi Provinsi Jawa Tengah masih bisa beraktivitas. Namun, BPPTKG mengimbau kegiatan tersebut dilakukan di luar radius 7 kilometer dari puncak Merapi.
Antisipasi

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sejak awal erupsi sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan upaya evakuasi, jika erupsi semakin parah.
"Kalau situasi meningkat, segera dievakuasi. Masyarakat di sana sudah sangat paham, maka segera mengevakuasi diri sesuai dengan SOP yang sudah ada, pakai maskernya, bawa barang berharga yang pernah dilatihkan kepada mereka,” dalam keterangan Sabtu (11/3).
Masyarakat, Badan Penanganan Bencana Daerah, tim SAR, sampai para relawan sudah berkoordinasi untuk bersiaga dan terus memantau perkembangan status Merapi.
“Saya minta untuk kepala daerah yang ada di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk bisa membantu memimpin kondisi ini agar kemudian bisa mengarahkan warga yang ada di sana, termasuk logistik disiapkan semuanya," kata Ganjar.


















