Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sudah Pangkas Ratusan BUMN, Danantara Targetkan Tersisa 250 Perusahaan
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Dok. BP BUMN)
  • BP BUMN dan Danantara telah menata 274 entitas BUMN melalui penyederhanaan struktur, dengan target menyisakan 250 perusahaan hasil transformasi.
  • Dony Oskaria menyebut sekitar 652 perusahaan akan dihapus lewat konsolidasi, merger, atau pembubaran untuk meningkatkan efisiensi, pengelolaan aset negara, dan fokus bisnis.
  • Transformasi mulai berdampak pada Pupuk Indonesia yang mencatat laba Rp6,1 triliun pada semester I-2026, memperbaiki delapan pabrik, serta memulai ekspor pupuk ke Australia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara terus mempercepat transformasi perusahaan pelat merah melalui program streamlining atau penyederhanaan struktur korporasi. Hingga saat ini, 274 entitas BUMN telah ditata, sementara pemerintah menargetkan hanya akan tersisa 250 perusahaan hasil transformasi.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penyederhanaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun BUMN yang lebih ramping, efisien, dan memiliki daya saing lebih tinggi.

"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang," kata Dony, dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Menurut Dony, penyederhanaan struktur korporasi bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga diarahkan meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara dan memperkuat fokus bisnis masing-masing BUMN.

Transformasi tersebut, lanjutnya, mulai menunjukkan hasil nyata pada sejumlah perusahaan. Salah satunya terlihat pada PT Pupuk Indonesia, yang berhasil membukukan laba Rp6,1 triliun sepanjang semester I-2026.

Dony mengatakan perbaikan kinerja tersebut didorong oleh perubahan strategi bisnis yang dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi.

"Sekarang kita sudah membangun, memperbaiki delapan pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita. Bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," ujarnya.

Selain meningkatkan profitabilitas, transformasi juga diarahkan memperkuat posisi BUMN di pasar internasional. Ekspor pupuk ke Australia menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan pelat merah mulai mampu meningkatkan daya saing di pasar global.

Program streamlining menjadi salah satu agenda utama Danantara sejak mengambil peran dalam pengelolaan BUMN. Melalui konsolidasi, merger, hingga pembubaran entitas yang dinilai tidak lagi efisien, pemerintah berharap struktur perusahaan negara menjadi lebih sederhana dan mudah dikelola.

Curated For You

Editorial Team

Related Article