Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei BI: Keyakinan Konsumen Melandai, Porsi Cicilan Utang Meningkat
Pusat Perbelanjaan (freepik.com/jcomp)
  • Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2026 turun tipis menjadi 116,8 dari 117,8, tetapi tetap menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian nasional.

  • Optimisme konsumen ditopang IKE sebesar 107,9 dan IEK 125,7; seluruh kelompok pengeluaran positif, dengan indeks tertinggi 121,2 pada pendapatan di atas Rp5 juta.

  • Porsi pendapatan untuk cicilan utang naik menjadi 10,5 persen, sementara konsumsi turun ke 72,7 persen, dan tabungan menjadi 16,8 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 melandai tipis ke level 116,8 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 117,8. Kendati secara bulanan menurun, posisi tersebut mengindikasikan optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional masih tetap terjaga.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan optimisme konsumen ditopang oleh kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi ke depan. Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terjaga positif di seluruh segmen, dengan IKK tertinggi berada pada responden berpenghasilan di atas Rp5 juta yang mencapai 121,2.

“Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 107,9 dan 125,7,” ujar Ramdan melalui keterangan resmi yang dikutip Senin (10/8).

Dari sisi alokasi keuangan, survei BI menunjukkan pola pengeluaran masyarakat yang relatif stabil. Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) mencapai 72,7 persen, atau turun tipis dari 73,0 persen pada Juni 2026.

Sebaliknya, proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) naik menjadi 10,5 persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 10,0 persen. Pada saat bersamaan, porsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) tergerus menjadi 16,8 persen dari posisi sebelumnya 17,0 persen.

Secara spasial, penurunan IKK terbesar terjadi di kota Bandung, Pontianak, hingga Samarinda. Sementara itu, peningkatan IKK tertinggi tercatat di wilayah Banten, Banjarmasin, dan Manado.

Mengenai prospek jangka pendek, BI memandang ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diperkirakan tetap kuat. Hal ini tecermin pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2026 yang bertahan pada level 125,7, meskipun bergerak melandai jika dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang sebesar 126,4.

Curated For You

Editorial Team

Related Article